Analis Wall Street: Penjualan iPhone X di bawah ekspektasi

TEKNOLOGI | 18 Desember 2017 14:36 Reporter : Yoga Tri Priyanto

Merdeka.com - Karl Ackerman adalah seorang analis dari Wall Street securities house of Cowen & Co. Ackerman telah menulis sebuah catatan kepada klien yang mengatakan bahwa permintaan awal untuk Apple iPhone X berada di di bawah ekspektasi awal karena pengguna tampaknya lebih tertarik pada model iPhone sebelumnya.

Menurut Pocket Now (16/12), Ackerman juga menambahkan bahwa ketiga model iPhone di 2017, termasuk iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X terjual cukup layak, namun penjualannya tidak cukup kuat untuk mengatakan Apple ada di tengah supercycle.

Analis tersebut juga memperkirakan bahwa dalam periode tiga bulan yang berakhir bulan ini, merupakan kuartal pertama fiskal Apple pad 2018. Raksasa teknologi tersebut akan mengirimkan 79 juta unit iPhone. Itu akan menjadi sedikit keuntungan dari rekor 78,29 juta yang dikirim pada kuartal fiskal pertama 2017. Untuk kuartal kedua fiskal Apple pada 2018, yang berlangsung dari Januari hingga Maret, Ackerman memperkirakan Apple akan menjual 56 juta handset iPhone dibandingkan 51,2 juta unit untuk kuartal yang sama tahun lalu.

Apple sebenarnya bisa saja membuat rekor baru untuk pengiriman iPhone selama kuartal saat ini. Kita harus tahu apakah ini telah terjadi pada 30 Januari 2018, yaitu saat Apple diperkirakan akan mengumumkan hasil kuartal saat ini.

Baca juga:

iPhone 8 dan iPhone X masuk dalam 10 Top Search Google di tahun 2017

7 Smartphone yang bakal 'meledak' di tahun 2018

Perang kloning, inilah tiruan iPhone X!

iPhone X bakal tersedia dalam versi murah?

Marketing Apple: tiruan Face ID di Android akan jadi jelek!

(mdk/ega)