Anjing dan Kucing, Mana yang Lebih Cerdas?

TEKNOLOGI | 29 Oktober 2019 11:36 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Deretan binatang telah diakui oleh ilmu pengetahuan sebagai binatang yang cerdas. Lumba-lumba, simpanse, gajah, bahkan babi, semuanya diakui kecerdasannya.

Lalu bagaimana dengan peliharaan favorit manusia, anjing dan kucing, mana dari mereka yang lebih cerdas? Sebagai catatan, keduanya termasuk salah satu hewan yang cerdas.

Sekilas, mungkin banyak orang mengatakan bila anjing lebih cerdas. Alasannya jelas, anjing lebih mudah dilatih untuk melakukan banyak hal berguna bagi manusia. Apakah pemikiran itu benar? Berikut ulasannya.

1 dari 3 halaman

Otak Anjing Lebih Besar Dari Otak Kucing

Untuk mencari tahu tingkat kecerdasan, hal pertama yang bisa dilihat adalah ukuran otak. Kucing mempunyai bobot otak sekitar 0,9 persen dari massa tubuhnya. Sebagai perbandingan, otak manusia bobotnya 2 persen dari total massa tubuh. Jadi otak kucing terbilang cukup kecil.

Di sisi lain, otak anjing mempunyai kapasitas lebih besar dan hampir sebenar otak manusia. Ya, bobot rata-rata otak anjing sekitar 1,2 persen total massa tubuhnya.

2 dari 3 halaman

Otak Besar Bukan Berarti Pintar

Ilmuwan percaya bila ukuran otak bukan kunci utama untuk menentukan kecerdasan mahkluk hidup. Ilmuwan lebih memilih jumlah neuron atau sel saraf yang ada di dalam otak besar sebagai acuan.

Nah, di bagian korteks otak besar yang berfungsi mengatur pemrosesan informasi dan intelejensi, kucing mempunyai sekitar 300 juta neuron. Sebaliknya, anjing hanya mempunyai neuron sebanyak 160 juta.

3 dari 3 halaman

Mana yang Lebih Cerdas?

Pada tahun 2009, psikolog Christian Agrillo mengemukakan hasil penelitian yang menyatakan bila kucing mampu membedakan objek berdasarkan jumlah. Penelitian lain juga menyebutkan jika kucing dapat mengikuti perintah gerakan tubuh manusia layaknya anjing.

Lebih lanjut, yang membuat ilmuwan lebih yakin bila kucing sedikit lebih cerdas ketimbang anjing adalah kemampuan kucing menyelesaikan teka-teki. Lewat sebuah eksperimen, ilmuwan menghadapkan kucing dan anjing pada sebuah 'puzzle' untuk membuka kotak makanan.

Setelah beberapa kali mencoba, anjing gagal dan meminta bantuan manusia untuk menyelesaikan puzzle tadi. Sebaliknya, kucing masih terus berusaha tanpa minta bantuan.

Eksperimen ini memperlihatkan bila anjing terlihat lebih cerdas karena mampu melakukan interaksi aktif dengan manusia, berbeda dengan kucing yang masih 'mandiri'.

Hal ini cukup wajar, sebab anjing berhasil dijinakkan oleh manusia sekitar 20.000 tahun lebih lama dari kucing. Ini membuat mereka mempunyai kemampuan sosial lebih baik dari kucing. (mdk/idc)

Baca juga:
5 Alasan Ilmiah Mengapa Kita Habiskan Berjam-jam Untuk Lihat Instagram Story
Ini Penjelasan Ilmiah Soal Perut Pria yang Makin Tua Makin Buncit
Melihat Beragam Produk Science dari Berbagai Negara di Indonesia Science Expo 2019
Ilmuwan Klaim Temukan Kehidupan di Mars, NASA Membantah
Perubahan Iklim, Ilmuwan Sebut 10 Kota ini Akan 'Hancur' Dalam 80 Tahun
NASA Deteksi Adanya Suara Aneh di Mars, Apa Itu?
Astrofisikawan Manfaatkan Kecerdasan Buatan Mengukur Exoplanet

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.