App Store Jaring Pemasukan Dua Kali Lebih Banyak Ketimbang Play Store

App Store Jaring Pemasukan Dua Kali Lebih Banyak Ketimbang Play Store
Ilustrasi App Store. ©2020 9to5mac.com
TEKNOLOGI | 5 Oktober 2020 08:09 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Selama kuartal ketiga tahun 2020, penginstalan aplikasi di seluruh dunia dari Google Play Store dan App Store mencapai 36,5 miliar aplikasi. Ini adalah sebuah kenaikan besar yakni 23,3 persen, naik dari 29,6 miliar tahun lalu.

Menurut perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower yang dikutip Phone Arena, pandemi Covid-19 adalah alasan mengapa lonjakan instalasi, serta pemasukan dari dua toko aplikasi tersebut meningkat tajam.

Meski soal penguasaan pasar Play Store lebih mendominasi dengan 85 persen pengguna smartphone adalah Android user, ternyata pengguna iOS lebih hobi habiskan uang di App Store. Pasalnya App Store menjaring pemasukan 19 miliar Dollar di kuartal ketiga 2020. Ini naik 31 persen dari tahun lalu.

Sementara di Android, Play Store hanya menjaring 10,3 miliar Dollar di kuartal ketiga, meski ini juga mendapat kenaikan signifikan 33 persen dari tahun lalu.

Soal aplikasi terlaris, TikTok adalah aplikasi non-game terlaris di App Store dan memberi kontribusi besar di pendapatan. Di Play Store, TikTok juga jadi unduhan tertinggi, namun pemasukan terbesar datang dari aplikasi Google One, aplikasi pengelolaan storage cloud Google.

Deretan aplikasi yang punya paling banyak unduhan juga adalah deretan produk Facebook, mulai dari Facebook sendiri, WhatsApp, Instagram, dan Messenger, yang kesemuanya ada di sepuluh besar.

Soal gim, gabungan gim penghasil pendapatan besar untuk kedua platform ini adalah Honor of Kings, PUBG Mobile, Pokemon GO, Roblox, dan Coin Master. Soal unduhan, gim paling populer adalah Among Us, Scribble Rider, Talking Tom Friends, Subway Surfers, dan Garena Free Fire.

Baca Selanjutnya: Sumbangsih Gim di App Store...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami