Apple Berantas Semua Aplikasi Vaping di App Store

TEKNOLOGI | 20 November 2019 11:56 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Akhir-akhir ini, laporan soal bahaya vaping makin santer. Disebut setelah terbukti menjatuhkan korban, vaping dipercaya sama berbahayanya dengan rokok.

Menanggapi fenomena ini, Apple mengambil tindakan. Melansir Phone Arena, Apple menghapus 181 aplikasi vaping yang ada di App Store.

Hal ini sangat masuk akal. Pasalnya CEO Apple Tim Cook adalah sosok yang selama ini membawa Apple lebih perhatian ke soal kesehatan dan kebugaran. Hal ini terpancar dari deretan produknya seperti Apple Watch dengan berbagai fiturnya yang telah menyelamatkan banyak sekali nyawa.

Meski demikian, aspek berbahaya sebenarnya sangat jauh dari aplikasi. Pasalnya menurut CDC, aspek berbahaya dari vaping adalah liquid perasanya. Namun hal ini menunjukkan komitmen Apple untuk tidak mendukung sesuatu yang tidak sehat.

1 dari 2 halaman

Bahaya Vaping

Vaping sebelumnya telah dianggap bahaya, pasca Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut bahwa seseorang meninggal karena sebuah kondisi yang terkait vaping.

Disebut pula kalau ada hampir 200 kasus lain yang disebabkan oleh vape, dengan tingkat keparahan yang berbeda. Dideskripsikan, terdapat gejala pernapasan para yang 'tak dapat dijelaskan,' setelah dilaporkan menggunakan vape atau rokok elektronik.

Terkait mendiang, tidak ada informasi yang dibeberkan kecuali ia adalah orang dewasa dan warga negara bagian Illinois. Disebut ia meninggal karena penyakit paru-paru yang terpicu uap rokok elektronik.

Dalam laporan CDC, dalam banyak kasus, pasien melaporkan gejala awal berupa kesulitan bernafas, sesak napas, dan beberapa berupa penyakit gastrointestinal.

Lebih dari itu, semua pihak dan ikatan dokter di AS kini sedang diberi komando untuk melakukan pengumpulan informasi. Diduga akan banyak gelombang korban yang jatuh akibat vaping dan penanganan diharapkan sudah ada sebelumnya.

2 dari 2 halaman

Dugaan Penyebab

FDA yang merupakan BPOM di AS, kini sedang melakukan investigasi akan berbagai rokok elektronik yang beredar di AS. Pasalnya, butuh diketahui juga berbagai peredaran rokok elektronik impor atau yang ilegal.

Setelah itu, akan dilakukan investigasi apakah deretan rokok elektronik tersebut memang berbahaya atau tidak.

Sejauh ini, mekanisme munculnya penyakit yang terkait rokok elektronik ini masih belum terlalu bisa diprediksi.

Apakah itu adalah risiko dari nikotin yang ada dalam cairannya, atau dari uapnya. Atau bahkan dari temperatur atau konsentrasi berbahaya yang tercipta dari fenomena penguapan liquid ini.

Akan diteliti juga apakah vaping langsung mempengaruhi paru-paru atau justru masuk ke aliran darah terlebih dahulu. (mdk/idc)

Baca juga:
DPR Minta BPOM Lakukan Kajian Sebelum Larang Rokok Elektrik
Pemerintah Diminta Libatkan Pengusaha dalam Revisi Aturan Produk Tembakau
Pemerintah Belum Sepakati Revisi PP Terkait Produk Tembakau
Produk Penyumbang Emisi CO2 dan Pemicu Obesitas Bakal Kena Cukai
Pemkab Tangerang Berencana Larang Penggunaan Vape
Pemerintah Diminta Buat Kajian Produk Tembakau Alternatif
Tak Hanya Rokok, Cukai Rokok Elektrik Juga Bakal Naik di Januari 2020

TOPIK TERKAIT