Apple 'Bersumpah' Tak Ada Kebocoran Lagi di iPhone 12

TEKNOLOGI | 19 Juli 2019 15:09 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Bocoran smartphone adalah hal yang sudah lekat dengan perilisan smartphone. Jauh sebelum rilis, banyak aspek yang biasanya telah bocor dengan sangat akurat.

Apple adalah perusahaan yang sebenarnya membenci adanya kebocoran detil dari iPhone besutannya. Bahkan melansir Phone Arena, Apple sudah milai melakukan investigasi soal kebocoran produknya.

Hal ini mulai diseriusi Apple sejak enam tahun lalu. Ketika itu di tahun 2013, bocoran besar terjadi di iPhone 5C karena casing warna-warni yang ada di pabrik iPhone di Tiongkok, dicuri oleh karyawan yang kerjasama dengan keamanan setempat.

Apple akhirnya terpaksa harus membeli 19.000 unit casing iPhone 5C dari penadahnya untuk menutupi kebocoran. Permasalahannya, kebocoran tetap terjadi dan ramai dibicarakan secara online.

Akhirnya Apple membuat sebuah tim baru bernama NPS atau New Product Security untuk melakukan monitor terhadap pemasoknya di seluruh dunia agar tak terjadi kebocoran.

Hal ini berhasil, angka kebocoran makin menurun di tiap tahunnya, meski tetap saja ada kasus. Seperti salah satunya kasus di tahun 2016 di mana karyawan pabrik Apple menyelundupkan iPhone lewat terowongan bawah tanah.

Namun kali ini ternyata bocoran makin parah. Karena kebocoran yang terjadi pada iPhone adalah berupa render dan tak lagi bocoran fisik seperti dulu.

Seperti contohnya hanya dalam e bulan setelah iPhone XS dirilis, skema purwarupa dari iPhone 11 sudah muncul. Ini adalah bocoran berupa modul tiga kamera dalam kotak yang mirip dengan Huawei Mate 20 Pro.

Kebocoran ini pun dianggap sebagai kebocoran terbesar Apple. Tak cuma yang terbesar, namun juga yang paling prematur munculnya.

Kini, tim NPS dari Apple dialihkan sumberdayanya untuk lebih perhatian di aspek kebocoran digital. Apple pun mulai membuat regulasi untuk para pemasok Apple. Hal ini dilakukan agar di iPhone 12 tak ada lagi kebocoran.

Regulasi untuk para pemasok ini berupa jaringan komputer yang dipisah secara fisik dan harus dioperasikan langsung oleh pemasok setiap saat. Selain itu dokumen render yang biasanya adalah file CAD akan dihadirkan dalam jaringan keamanan tambahan.

Selain itu, Apple juga akan memberi watermark kepada tiap dokumen untuk mencegah screenshot dan juga foto. Selain itu, Apple juga akan melarang email publik, serta layanan cloud pihak ketiga untuk tersirkulasi dalam jaringan pemasok.

Terakhir, jika ada kebocoran, Apple membuat kontrak yang akan memberi denda pada pemasok sebesar 25 juta Dollar sehingga pemasok juga ikut bertanggung jawab atas tidak bocornya konsep milik Apple.

Saat ini, deretan pemasok telah berkomitmen untuk meningkatkan perangkat keamanan untuk melindungi Apple.

Baca juga:
Penjualan iPhone SE di India Disetop Apple, Ada Apa?
Apple Disebut Bakal Hadirkan Kembali Fitur Touch ID di iPhone
Pengamat: iPhone 2020 Bakal Kerek Pertumbuhan Penjualan Apple
6 Cara Mengecas iPhone Agar Lebih Cepat dan Tak Merusak Baterai
Bos Huawei Sebut Apple Jadi Panutan Soal Perlindungan Privasi Konsumen
Tak Ingin Kembangkan iPhone Lipat, Justru Apple Kembangkan iPad Lipat
Cara Clear Cache Untuk iPhone Agar Performa Makin Mulus

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT