Apple Klaim Tak Cetak Untung di Sektor Reparasi Resmi, Justru Rugi

TEKNOLOGI | 22 November 2019 16:03 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Apple dilaporkan belum menghasilkan keuntungan di sektor reparasi dan perbaikan perangkat. Bahkan dalam laporannya, disebut bahwa tidak ada sama sekali keuntungan dalam salah satu bidang usahanya tersebut.

Melansir Business Insider, Apple memberikan laporan ini, menanggapi penyelidikan Komite Yudisial AS yang sedang menginvestigasi Apple terlibat dalam praktik anti-persaingan untuk mengesampingkan bisnis reparasi dan juga aplikasi pihak ketiga.

Apple sendiri mempertahankan kontrol ketat terhadap siapa saja yang dapat memperbaiki iPhone, iPad, dan Mac yang rusak, di mana perangkat tersebut harus direparasi di tempat resmi Apple. Meski demikian, baru-baru ini, Apple mempermudah toko reparasi independen untuk diberi wewenang menggunakan suku cadang dan standar Apple, untuk perbaikan di luar garansi.

Sebelumnya, Apple diduga selalu menolak untuk memberi wewenang kepada toko independen untuk dapat mereparasi iPhone rusak pengguna, tanpa merusak garansinya. Hal ini diduga jadi praktik anti-persaingan dan monopoli pasar dari Apple.

VP Apple bidang Hukum, yakni Kyle Andeer, menanggapi pernyataan parlemen soal hal tersebut. Apple kerap tidak memberi lisensi pada toko reparasi independen untuk memastikan kualitas dan keamanan perbaikan. Hal ini diungkap sembari memberi laporan tentang pemasukan mereka soal reparasi, yang mana tidak menghasilkan sama sekali untung.

"Di setiap tahunnya sejak 2009, biaya penyediaan layanan reparasi Apple telah melebihi pendapatan yang dihasilkan dari biaya perbaikan," tulis Andeer.

Baca juga:
Apple Watch Keluaran Tahun Depan Bisa Digunakan Untuk Diving
Apple Helat Event di Desember Mendatang, Rilis Apa?
Apple Berantas Semua Aplikasi Vaping di App Store
Apple Kembali ke Desain 'Tebal' Demi Fungsionalitas
Petinggi Apple Olok Laptop Besutan Google, Sebut Gadget 'Murah'
Setelah Apple dan Facebook, Google Juga Akan Merambah Fintech
Tak Lama Lagi iPhone 11 Masuk Indonesia

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT