Apple rilis fitur kesehatan baterai di iPhone, apakah berguna?

TEKNOLOGI | 4 April 2018 06:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Bersamaan dengan rilisnya iOS 11.3, Apple merilis fitur Battery Health yang akan menunjukkan pada Anda soal kesehatan baterai.

Hal ini merupakan bentuk komitmen Apple untuk lebih transparan terhadap kesehatan baterai pasca vendor teknologi asal AS tersebut tersandung kasus melambatnya iPhone karena baterai lawas.

Namun meski fitur kesehatan baterai ini muncul, kesehatan baterai tak menolong kinerja baterai. Tentu seperti semua baterai yang ada, semua baterai akan memburuk pada waktunya. Dengan fitur ini, Anda akan tahu bahwa baterai iPhone Anda tak akan lagi menunjang performa iPhone di kondisi puncaknya.

Meski hal ini nampak jadi langkah yang baik bagi Apple, fitur ini mendapat kritik dari banyak pihak sebagai "cara Apple membuat konsumen membeli barang Apple," dalam hal ini baterai.

Tentu jika kita melihat di fitur baterai bahwa baterai kita tak lagi fit, kita akan menyadari pula kalau kinerja iPhone kita tak akan semulus dahulu. Pilihannya adalah membuat iPhone menjadi lambat atau membeli baterai baru. Otomatis, untuk tidak membuat performa melambat, kita akan lebih pilih menggelontorkan uang untuk membeli baterai baru.

Hal ini berlanjut ke masalah selanjutnya, di mana reparasi Apple adalah salah satu yang sulit. Untuk mengganti baterai secara resmi, harganya akan cukup mahal karena harga baterai plus biaya reparasi resmi memang tak dipatok murah oleh Apple.

Namun jika kita memilih untuk membeli baterai bermerek pihak ketiga dan direparasi oleh tukang reparasi biasa, itu juga tak akan menolong soal harga karena mekanisme peletakan baterai iPhone yang tertutup rapat dan dikunci dengan sekrup paten butuh keterampilan ekstra. Terlebih lagi risiko baterai pihak ketiga yang mungkin akan lebih cepat rusak daripada baterai original.

Jadi, apakah fitur kesehatan baterai ini berguna? Ya, ini sangat berguna. Namun, mengetahui kesehatan baterai ternyata seperti melihat bom waktu yang berjalan, di mana suatu saat baterai akan sesegera mungkin mempengaruhi performa jika kita tak ganti baru.

Baca juga:
4 Tips ampuh bagi Anda yang suka jual dan gonta-ganti smartphone
Harga Xiaomi Redmi Note 5 nggak sampai Rp 3 juta?
Xiaomi Redmi Note 5 rilis di Indonesia 18 April mendatang
Meski diduga jadi mata-mata China di AS, penjualan Huawei tetap sukses
Steve Jobs dan Bill Gates justru larang anak pakai gadget, kenapa?
Evercoss sebut penjualan smartphone empat kamera naik 50 persen
4 Efek buruk smartphone bagi kesehatan fisik dan mentalmu

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT