AS Klaim Hacker Tiongkok Coba Retas Perusahaan Besar dan Riset Vaksin Covid

AS Klaim Hacker Tiongkok Coba Retas Perusahaan Besar dan Riset Vaksin Covid
TEKNOLOGI | 27 Juli 2020 10:33 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Departemen Kehakiman AS baru saja melancarkan tuduhan ke dua peretas asal Tiongkok yang diduga mencuri rahasia dagang dan data berharga lainnya di seluruh dunia. Disebut, salah satu yang diretas adalah perusahaan yang bekerja di bidang vaksin Covid-19.

Melansir The Verge, jaksa mengklaim bahwa beberapa peretasan dilakukan atas nama Kementerian Keamanan Negara Tiongkok, sementara peretasan lain dilakukan untuk keuntungan pribadi. Dua peretas ini kini sedang diburu oleh FBI.

Nama dari dua hacker tersebut adalah Li Xiaoyu dan juga Dong Jiazhi, yang telah aktif sejak 2009. Departemen Kehakiman AS menemukan identitas kedua peretas tersebut setelah keduanya berhasil meretas komputer di Situs Energi Hanford, yang merupakan produsen nuklir yang telah dinonaktifkan.

Selain pelanggaran ini, keduanya dituduh telah membobol sejumlah besar software, game, perusahaan biotek, dan banyak platform lainnya untuk mencari data privasi. Keduanya pernah melakukan pemerasan terhadap sebuah perusahaan dengan ancaman penyebaran data privasi.

Surat dakwaan tersebut meliputi 25 perusahaan korban yang berasal dari AS, Eropa, Australia, dan Korea Selatan.

Baca Selanjutnya: Disebut pula bahwa kedua hacker...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami