Aset Kripto Tak Terpengaruh Virus Corona

Aset Kripto Tak Terpengaruh Virus Corona
TEKNOLOGI | 19 Maret 2020 16:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan bahwa aset kripto masih menjadi aset yang menarik diperdagangkan pada saat virus corona. Justru dengan masyarakat melakukan work from home di sebagian besar wilayah Indonesia membuat aktifitas perdagangan aset kripto justru melonjak cukup tinggi.

"Harga bitcoin dan aset kripto lain turun karena ada aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai karena kondisi ekonomi global yang terus memburuk. Tetapi dua hari terakhir kita melihat harga kripto mulai mengalami lonjakan harga kembali karena demand yang muncul dari orang yang kawatir dengan kondisi ekonomi global saat ini yang makin tidak menentu karena virus corona ini," kata Oscar, Kamis (19/3).

Menurutnya, ini jadi momen menarik untuk melihat bagaimana performa aset kripto di tengah tekanan ekonomi global, apakah mampu aset kripto membuktikan dirinya sebagai aset yang anti resesi.

Kata dia, kondisi aset kripto ini berbeda dengan produk investasi lain, seperti saham dan reksa dana yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintah saat virus corona. Hal itu dikarenakan bitcoin dan aset kripto lain tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Penentuan harga bitcoin dan aset kripto lainnya hanya supply dan demand.

"Jadi, corona ini tidak memberikan dampak langsung kepada penurunan harga bitcoin. Penyebab turunnya harga hanya karena aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai untuk berbelanja dan menyelamatkan usaha mereka karena corona. Hanya itu saja. Beda dengan saham, reksa dana dan lain-lain yang terpengaruh langsung dengan krisis global dan kebijakan pemerintah," ungkap dia.

1 dari 1 halaman

Demand Baru

Di sisi lain, menurut Oscar, hal ini justru muncul demand baru yang cukup besar yang mendorong harga kripto naik karena harganya menjadi murah dan masyarakat membutuhkan media investasi yang lebih aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global sehingga aset kripto menjadi salah satu pilihannya.

"Hal ini terbukti dengan harga aset kripto di beberapa aset mulai mengalami kenaikan kembali," kata Oscar.

Dia melanjutkan, harga bitcoin relatif lebih kuat bertahan dibandingkan produk investasi lainnya, seperti saham. Jika dilihat pergerakan harganya dari Rp96 juta pada 2 Januari 2020, bitcoin justru sempat naik lebih dari 40% hingga Rp141 juta pada 14 Februari 2020. Sedangkan IHSG bergerak bearish dari awal tahun.

Semenjak 2 Januari 2020, IHSG terus turun dari Rp6,283 hingga menjadi Rp4.464 pada Rabu (18/3/2020). Pada pekan lalu, harga bitcoin sempat turun ke Rp63,52 juta. Namun, pada Rabu pagi, (18/3/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, harga bitcoin sudah mencapai Rp83,90 juta.

"Artinya, bitcoin sudah mulai memperlihatkan tren kenaikan harga," jelas Oscar.

(mdk/faz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami