Asteroid Raksasa Berada di Jarak Terdekatnya Dengan Bumi, Tidak Bahaya

TEKNOLOGI | 9 September 2019 13:54 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Sebuah asteroid akan melintas di jalur orbit Bumi pada 24 September mendatang. Hal ini berdasarkan penghitungan sinyal yang dilakukan sejak bulan lalu.

Melansir Express.co.uk, bongkahan batu angkasa ini memiliki diameter 430 meter, dan diberi label 523934 (1998 FF14). Asteroid ini akan melajut dengan kecepatan tinggi, yakni mencapai 22,46 kilometer per detiknya.

Asteroid ini sendiri telah ditemukan sejak 1998 lalu, di pusat riset asteroid Lincoln di Socorro, New Mexico.

Saat ini, jarak asteroid tersebut sejauh 0,027 astronomical unit dari Bumi, di mana astronomical unit adalah jarak antara matahari dan Bumi. Angka salah satu yang terdekat dan berpotensi menghantam planet kita.

Meski demikian, ilmuwan menyebut bahwa paling dekat, asteroid ini akan melintas dalam jarak terdekat dengan Bumi pada 4,1 juta kilometer. Hal ini dikarenakan meski asteroid di galaksi ini memiliki orbit yang mirip dengan Bumi, orbit asteroid ini cenderung lebih miring dibanding orbit Bumi.

1 dari 2 halaman

Menurut Neil deGrasse Tyson

Menurut ahli astrofisika ternama dunia yakni Neil deGrasse Tyson, asteroid bukanlah "ancaman terbesar bagi umat manusia." Meski demikian, ia memahami rasa takut NASA terhadap hantaman asteroid.

Dalam podcast miliknya bernama StarTalk, ia juga mengeksplorasi tema asteroid, dia menyebut bahwa tak cuma asteroid yang bisa membuat kita punah, namun semua hal yang ada di luar sana.

"(Asteroid) Itu ada, iya, tapi itu tak terlalu aku khawatirkan,"

"Yang aku khawatirkan adalah umat manusia yang tak terlalu bijak dalam menangani berbagai takdir yang akan menimpa manusia. Kebijaksanaan bukan hanya soal pengetahuan, namun bagaimana kita bertindak berdasarkan ilmu pengetahuan tersebut," ungkap sang astrofisikawan.

2 dari 2 halaman

Belokkan Asteroid

Sebelumnya, ESA dan NASA akan melangsungkan misi gabungan bersama deretan agensi antariksa dunia dalam misi bernama Asteroid Impact Deflection Assessment, atau AIDA. AIDA merupakan teknik pembelokan orbit asteroid bernama Didymos yang akan melintasi Bumi dan Mars.

Pembelokan ini dilakukan dengan cara menabrakkannya dengan sebuah pesawat ruang angkasa.

Dalam misi AIDA, NASA mengembangkan DART yakni sebuah pesawat ruang angkasa yang akan ditabrakkan dengan asteroid. Saat ini sendiri, pesawat ini telah masuk ke tahap konstruksi.

Rencananya, pesawat ini akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2021 mendatang, untuk bertabrakan dengan targetnya pada September 2022.

Sementara untuk ESA, agensi antariksa Eropa ini akan melancarkan misi bernama Hera, yang melakukan survei close-up kepada asteroid pasca tabrakan. Hal ini berupa pengukuran massa asteroid, pengecekan bentuk kawah, dan sebagainya.

Hasil dari penelitian Hera digunakan para ilmuwan untuk membuat tabrakan dengan efisiensi lebih baik. Tentu, ini adalah persiapan jika ada asteroid yang orbitnya jauh lebih mengancam Bumi untuk dihantam. (mdk/idc)

Baca juga:
Deret Fakta Soal Asteroid yang Disebut Hantam Bumi 9 September Mendatang
Sebesar Gedung Pencakar Langit, Asteroid Bakal Berpapasan Dengan Bumi
Asteroid Besar Akan Lewat Dekat Bumi, Tidak Bahaya
Asteroid Sebesar Menara Eiffel Lewat Dekat Bumi, Astronom Gelisah
NASA Peringatkan Manusia Untuk Tak Permainkan Isu Meteor
Proyek NASA terbaru bawa misi hancurkan asteroid sebelum menghujam Bumi
Sempat Dikabarkan Hujam Bumi, Asteroid ini Hanya Lewat 10 Tahun Lagi

TOPIK TERKAIT