Asteroid Sebesar Menara Eiffel Lewat Dekat Bumi, Astronom Gelisah

TEKNOLOGI | 14 Agustus 2019 09:27 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Sebuah asteroid yang ukurannya diperkirakan sebesar Menara Eiffel baru saja melintasi Bumi dengan jarak yang cukup dekat. Peristiwa ini pada Sabtu, 10 Agustus 2019.

Mengutip NBC News via Tekno Liputan6.com, jarak antara Asteroid dengan Bumi cukup dekat, yakni 4,6 juta mil. Asteroid ini melaju dengan kecepatan 10.400 mil per jam.

Batu raksasa yang bergerak cepat ini dijuluki QQ23 2006. Jika asteroid ini melintasi lintasan yang berbeda, bisa saja ia menabrak Bumi dengan kekuatan ledakan hingga 500 kali dari bom atom Hiroshima di Jepang, 74 tahun silam.

Melintasnya asteroid 2006 QQ23 ini menjadi pengingat, ada banyak asteroid lain yang mungkin akan melintasi Bumi, bahkan bisa saja bertabrakan.

1 dari 3 halaman

Astronom Gelisah

Hal ini menaikkan perhatian dari para astronom. Di mana hantaman asteroid ke Bumi adalah hal yang bisa terjadi kapan saja.

"Kita bisa saja terkena, namun tidak yakin kapan hal itu terjadi," kata Presiden B612 Foundation Danica Remu, organisasi di California yang bekerja melindungi planet dari asteroid.

Para ahli di bidang astronomi kini dikabarkan tengah membuat teknologi yang mampu membelokkan asteroid besar yang mengarah ke Bumi untuk keluar dari jalur. Namun, hal ini perlu waktu karena ilmuwan perlu tahu kapan asteroid itu melaju, guna mengambil tindakan efektif.

2 dari 3 halaman

Bertahun-tahun 'Jaga' Langit

Para astronom telah memindai langit selama bertahun-tahun dan sejauh ini, mereka belum menemukan asteroid "pembunuh planet" yang perlu dikhawatirkan.

Mereka menganggap belum akan ada asteroid yang merusak Bumi seperti pada 65 juta tahun lalu, saat sebuah asteroid menabrak Bumi dan membuat dinosaurus punah.

NASA memperkirakan, setidaknya 95 persen asteroid berukuran 1Km telah didata. Dan dari jumlah itu belum ada yang jadi ancaman bagi Bumi.

Sekadar informasi, jika asteroid 2006 QQ23 menabrak Bumi, bisa meratakan seluruh kota, menewaskan jutaan orang, dan menyebabkan kehancuran yang luas.

"Kehancuran yang kita lihat lebih banyak pada tingkat regional, tetapi dampaknya akan bersifat global seperti pada transportasi, jaringan, iklim, dan cuaca," kata Remy.

3 dari 3 halaman

Buat Simulasi

Sebelumnya pada Mei lalu, NASA, Federal Emergency Management Agency dan sejumlah agensi lainnya membuat simulasi jika asteroid menghantam New York.

Simulasi ini menunjukkan dampak dari asteroid sebesar 200 kaki yang bisa menewaskan 1,3 juta orang dan menghancurkan sebagian besar pulau Manhattan.

Cara untuk menghindari skenario tersebut adalah melampaui si "pembunuh planet" dan menemukan semua asteroid yang bisa menghantam Bumi. "Kita perlu menginventarisasi semua asteroid," tutur Remy.

Manajer Program Observasi Objek Dekat Bumi NASA Kelly Fast pun setuju dengan hal ini.

"Intinya adalah, menemukan semua asteroid yang mengarah ke Bumi, membuat katalog orbitnya, dan menghitungnya," tutur Fast.

Ia mengatakan, "dengan begitu, Anda tahu jika asteroid itu akan melewati Bumi dengan jarak seperti 19 bulan, seperti 2006 QQ23, atau akan menimbulkan dampak mengancam."

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani (mdk/idc)

Baca juga:
Astronom Ini Saksikan Planet Jupiter yang Dihantam Asteroid
7 Masalah Pelik yang Dihadapi Astronot Saat Menjelajah Antariksa
Gandeng 13 Perusahaan Swasta, NASA Siapkan Proyek ke Bulan
7 Jepretan Bersejarah yang Mengungkap Rahasia Antariksa
Bos Bappenas Harap Blockchain Center Dorong RI Jadi Pusat Sains dan Teknologi
Penjelasan Ilmiah Soal Penampakan Pocong di Kedungwaru Kidul, Bukan Pocong?
5 Fakta Soal Penampakan Pocong Google Maps di Kedungwaru Kidul yang Viral