Banyak komputer pemerintah rawan dihack jika terus pakai XP

TEKNOLOGI | 17 Maret 2014 18:06 Reporter : Alvin Nouval

Merdeka.com - Microsoft akan mematikan dukungan penuh terhadap XP tepat pada 8 April mendatang. Dengan hal itu, maka akan banyak sistem komputer pemerintahan di berbagai negara yang akan hancur.

Seperti yang dilansir Business Standard (17/3), banyak sistem itu akan rentan diserang hacker. Padahal, sistem di pemerintahan tentunya menyimpan banyak data rahasia.

Washington Post sendiri mengestimasi akan ada 10 persen komputer di Pemerintahan Amerika Serikat, kira-kira jumlahnya beberapa juta unit, yang akan mengalami penyerangan itu. Pasalnya, masih banyak komputer di Amerika Serikat, terutama pemerintahan, yang masih menggunakan XP.

Beberapa bagian dari komputer itu adalah milik dinas militer rahasia dan jaringan diplomatik. Itu merupakan sasaran empuk bagi hacker mana saja.

Mantan CIO Dephan AS, Richard Spires, menyatakan bahwa matinya XP hanya akan membesarkan masalah saja bagi agen pemerintahan. Sementara banyak pihak di pemerintahan Amerika meminta Microsoft untuk memikirkan 'pembunuhan' terhadap XP tersebut. (mdk/nvl)

Baca juga:

Analis: Bunuh Windows XP, Microsoft ambil langkah salah

Matikan Windows XP, Microsoft tak lagi sayang pengguna?

Windows XP justru alami kenaikan sesaat sebelum 'dibunuh'

Microsoft China tetap berikan support kepada Windows XP

11 Persen pengguna Windows XP akan beralih ke Linux

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.