Benarkah agar terlihat ramai, Apple 'pekerjakan' gelandangan?

Benarkah agar terlihat ramai, Apple 'pekerjakan' gelandangan?
TEKNOLOGI | 22 September 2013 16:31 Reporter : Dwi Andi Susanto

Merdeka.com - Dari pemberitaan mengenai terdapatnya banyak gelandangan yang ikut mengantre di depan Apple Store, memunculkan beberapa spekulasi.

Beberapa media luar negeri, khususnya yang berada di Amerika Serikat, mengatakan bahwa ternyata ada beberapa gelandangan atau tunawisma yang sengaja 'direkrut' untuk mengantre-kan seseorang yang ingin mendapatkan atau membeli iPhone 5C/5S.

[Baca juga: Banyak gelandangan 'direkrut' untuk antre di depan Apple Store]

Dari penjelasan seorang gelandangan yang diwawancarai oleh KTLA dan ditulis ulang oleh Huffington Post (20/09), sang tunawisma mengatakan bahwa dia menyanggupi permintaan orang yang 'menyewanya' itu karena dari segi penampilan dia sangat meyakinkan. Sayangnya, setelah semalaman mengantre, ternyata sang penyewa tidak kunjung datang.

Sontak saja, ada beberapa pemikiran dan spekulasi yang beredar terkait munculnya banyak gelandangan di antrean iPhone 5C/5S tersebut di forum-forum atau juga di jejaring sosial.

Spekulasi yang paling disorot adalah apakah hal ini merupakan strategi Apple dalam membuat citra brand mereka tetap tinggi karena ternyata masih banyak orang yang mengantre produk baru mereka?

Sebelumnya, sesaat setelah diperkenalkannya ke publik, banyak pihak yang pesimis bahwa 2 produk tersebut mampu terjual dengan cepat dan banyak.

Belum diketahui siapakah 'penyewa-penyewa' tersebut dan apa maksudnya membiarkan para tunawisma capek mengantre tanpa membayar mereka? (mdk/das)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami