Benarkah hanya bumi yang miliki kehidupan? (2)

TEKNOLOGI | 17 Oktober 2013 11:53 Reporter : Dwi Andi Susanto

Merdeka.com - [Sambungan dari halaman 1]

Pendapat dan teori bahwa kemungkinan makhluk lain di luar bumi adalah setelah ditemukannya organisme dan mikroba yang berhasil dan tetap hidup di dalam tanah hampir di titik pusat bumi yang membara atau juga di lempengan batuan di Yellowstone.

Dengan temuan tersebut maka diperkirakan apabila mikroba saja mampu hidup di tempat yang ekstrem itu, maka tidak menutup kemungkinan organisme kecil juga mampu hidup di tempat atau planet lain.

Teori dan pendapat tersebut kembali marak dan penelitiannya lebih digiatkan lagi setelah ada perkiraan lain bahwa di Mars dulunya memang ada peradaban karena terbukti dari beberapa bagian di planet Merah tersebut pernah dialiri air.

Selain di Mars, para peneliti dan astronom juga memperkirakan bahwa di salah satu bulan Jupiter yaitu Europa diprediksi juga mendukung kehidupan karena di tempat tersebut ada lautan yang lebih besar dari bumi.

Semua peneliti atau juga astronom sepakat bahwa apabila suatu tempat atau planet mengandung setidaknya air, maka ada kemungkinan bahwa makhluk hidup juga ada.

Charles Elachi, Director of the NASA Jet Propulsion Lab di Caltech, berpendapat, "Secara individu, Saya rasa memang ada kehidupan lain di luar bumi. Apabila ada unsur pembentuk kehidupan di suatu tempat, maka secara logika, di tempat itu juga berisi makhluk hidup."

Hal senada juga pernah diungkapkan oleh Stephen Hawking. "Ada alien di luar sana (luar bumi), tapi jangan coba untuk menghubungi mereka," jelas Hawking, seperti yang pernah diulas oleh Telegraph (25/04/2010).

[Bersambung ke halaman 3]

(mdk/das)