Berdalih untuk jaga ketertiban, Iran blokir Instagram dan Telegram

TEKNOLOGI | 2 Januari 2018 07:44 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Pemerintah Iran telah memblokr akses ke aplikasi messaging Telegram, serta aplikasi sharing foto Instagram. Hal ini terjadi di tengah-tengah protes yang terjadi selama beberapa hari belakangan di Iran, dan pemblokiran disebut sebagai langkah "untuk menjaga ketenangan dan keamanan masyarakat," melansir media pemerintah Iran yang dikutip Mashable.

Berbagai laporan media di Iran menyebut bahwa dua aplikasi tersebut digunakan untuk melakukan koordinasi rencana demo, serta berbagi video dan foto terkait demonstrasi. Demo di Iran in sendir merupakan protes soal ketidaksejahteraan ekonomi, namun para protestan langsung membidik tokoh poltik papan atas Iran seperti Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani.

Instagram tidak menanggapi apapun soal ini. Sebaliknya, Pavel Durov, sang pendiri Telegram, justru memberi pengumuman di Twitter kalau aplikasi besutannya diblokir pada Minggu pagi (31/12/2017).

Durov dalam pernyataannya tidak menyetujui hal ini terjadi. Dia menyebut bahwa penggunaan aplikasi dalam mengatur adanya demostrasi adalah hak asasi.

"Kami menganggap kebebasan berbicara sebagai hak asasi manusia yang tak terbantahkan, dan lebih baik diblokir di satu negara oleh yang berwenang ketimbang membatasi ekspresi damai dari sebuah opini alternatif," ungkap Durov dalam sebuah kiriman Telegram.

Telegram sendiri sudah jadi pemain lama dalam campur aduk politik di Iran. Di Pemilu Iran 2016 lalu, Telegram jadi sangat populer karena masyarakat Iran bertukar informasi soal politik lewat aplikasi ini.

Sebelumnya di awal 2017 lalu, Indonesia juga sempat memblokir Telegram karena jadi tempat koordinasi terorisme dan juga beberapa kasus pornografi, dan kini telah dibuka kembali. (mdk/idc)

Baca juga:
Kejahatan siber meningkat di 2017, paling menonjol kasus Saracen
Snapchat akan bolehkan pengguna kirim Story di berbagai platform
Tahun kegagalan Snapchat
7 Kisah pilu di dunia teknologi sepanjang tahun 2017
Facebook tanggapi mantan petingginya yang menuduh 'media sosial rusak masyarakat'
Mantan petinggi Facebook: media sosial rusak masyarakat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.