TekStory

Bigfoot awalnya disebut dengan nama Jacko

TEKNOLOGI | 9 September 2013 16:08 Reporter : Dwi Andi Susanto

Merdeka.com - Ketika berbicara mengenai Bigfoot, pasti dalam benak dan pikiran langsung tertuju pada satu makhluk besar yang berbulu lebat dan sampai sekarang masih misteri itu.

Bigfoot memang masih menjadi misteri karena yang beredar hanya pengakuan, foto dan video saja, namun belum ada sampai sekarang ditemukannya dan konfirmasi resmi dari pihak berwajib mengenai bukti fisik dari Bigfoot ini.

Namun, tahukah Anda bahwa awalnya makhluk ini tidak disebut atau dinamakan dengan nama Bigfoot?

Sekitar tahun 1882, beberapa orang yang bekerja untuk merakit dan membangun rel kereta api di Selatan British Columbia membuat gempar karena mereka berhasil tangkap suatu makhluk aneh di lintasan yang menjadi tempat mereka bekerja.

Sontak saja, para awak media berdatangan dan meliput berita tersebut. Para pekerja menyebut makhluk itu dengan nama Jacko. Namun anehnya, para awak media hanya berhasil mendapatkan informasi dari wawancara dengan pekerja-pekerja tersebut tanpa mengetahui secara langsung akan makhluk aneh itu.

Dalam penjelasannya, para pekerja mengatakan bahwa makhluk tersebut sangat besar, lebih tinggi dari manusia dengan badan penuh bulu.

Para pekerja mengatakan bahwa makhluk tersebut telah dikirimkan ke suatu tempat dengan menggunakan kereta api dan informasinya menjadi semakin simpang siur tidak ada kejelasan.

Bahkan dalam jangka waktu yang berdekatan, selain banyak orang yang penasaran akan berita mengenai Jacko ini, tidak sedikit yang menyebut bahwa makhluk tersebut tidak lebih hanya sebuah strategi untuk melariskan penjualan koran dan mempopulerkan nama media yang meliput.

Karena tidak ada bukti, pemberitaan mengenai Jacko berhenti. Di tahun 1924, kembali tersiar berita bahwa ada 5 pemburu yang kabarnya pernah berkelahi dengan sekelompok makhluk aneh dan besar di gunung St. Helens, Amerika Serikat.

Sekali lagi awak media hanya mendapatkan beritanya saja tanpa mengetahui seperti apa makhluk tersebut sebenarnya. Dalam penjelasannya, para pemburu mengatakan bahwa makhluk itu tinggi besar seperti seekor Gorilla dan berbulu lebat.

Akhirnya dari tahun ke tahun, berita sejenis terus bermunculan namun tetap tidak ada bukti otentik sebagai penjelas. Sekitar tahun 1958, ditemukan telapak kaki berukuran raksasa di sungai bernama Klamath oleh pekerja pembuatan jalan raya.

Seketika itu, mereka langsung membuat satu sample telapak kaki tersebut sebagai bukti bahwa memang ada makhluk besar tersebut. Dan akhirnya, seorang kolomnis dari Humboldt Times bernama Andrew Genzoli menuliskan Big Foot pada judul tulisannya sebagai nama makhluk tersebut.

Secara perlahan, banyak orang yang akhirnya juga menggunakan nama itu sebagai penyebut makhluk tersebut.

Namun, seiring perkembangan zaman, nama Big Foot memunculkan banyak sekali nama lainnya seperti Sasquatch, Ts'emekwes, Stiyaha atau Kwi-Kwiyai, Tak-he, Skoocooms, Yahoo, Yeti, Yowie, Yeren, Tsul 'Kalu, Boggy Creek, Hibagon, Mogollon dan banyak lagi.

Sampai saat ini, nama Sasquatch dan Bigfoot lebih banyak dan sering digunakan daripada nama-nama lainnya. Semuanya juga masih mengacu pada satu makhluk yang tinggi besar dan berbulu lebat.

Walaupun tidak sedikit yang mengatakan bahwa berita, foto dan video mengenai Bigfoot itu hanyalah sekadar hoax, namun banyak pula yang mempercayainya. Anda sendiri bagaimana, percaya atau tidak dengan Bigfoot?

Sumber: Wikipedia.org, Bfro.net, Paranormalportals.com, Ourbigfoot.com, Times-standard.com, Abcnews.com, Csicop.org, Bigfoothunting.com, Bermuda-triangle.org (mdk/das)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.