Biznet soal Dampak Pandemi: Pendapatan Segmen B2B Drop 45 Persen

Biznet soal Dampak Pandemi: Pendapatan Segmen B2B Drop 45 Persen
TEKNOLOGI | 26 Juni 2020 19:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Di masa-masa pandemi saat ini, khususnya di industri internet memang terasa begitu berat. Apalagi, perusahaan-perusahaan internet service provider (ISP) kebanyakan menyasar ke segmen B2B. Pendapatan dari segmen ini beberapa bulan belakangan terus merosot. Hal itu salah satunya dirasakan oleh Biznet.

Biznet sebagai perusahaan ISP merasakan dampak dari pandemi tersebut. Adi Kusma, President Director Biznet mengatakan, di masa-masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, harus diakui pelanggan Business to Business (B2B) Biznet turun drastis.

"Mungkin pelanggan B2B kami drop sekitar 45 persen," kata Adi saat diskusi virtual yang digelar Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jumat (26/6).

Meski begitu, lanjut Adi, pelanggan yang menyasar ke ritel atau perumahan naik. Hal ini karena banyak masyarakat yang beraktivitas di rumah sehingga pada akhirnya penggunaan internet naik.

"Kebutuhan untuk pasar ritel memang meningkat. Namun, value-nya tidak sebanding dengan pasar B2B," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pengurangan Investasi

Oleh sebab itu, Adi mengakui saat ini pihaknya betul-betul menjaga cash flow perusahaan lantaran pasar B2B mengalami penurunan. Selain itu juga, dengan adanya cash flow perusahaan yang ketat, berdampak pada mundurnya investasi yang semestinya dilakukan di tahun 2020.

"Kalau cash flow pasti berimbas ya, karena B2B drop banget. Memang itu yang paling dominan ya. Tapi kalau kita salah satunya pengurangan investasi. Ya pasti kita mundurin. Gimana kita harus jaga cash flow agar bisa sustainable lewati masa krisis seperti ini," ungkap dia.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami