Bos Telegram belum pastikan buat kantor di Indonesia

Bos Telegram belum pastikan buat kantor di Indonesia
CEO Telegram datangi Kemenkominfo. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
TEKNOLOGI | 2 Agustus 2017 09:50 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, mengatakan belum bisa memastikan membangun kantor di Indonesia. Hanya saja, kata dia, akan ada perwakilan Telegram yang bertanggung jawab. Pernyataan Durov itu disampaikan manakala melakukan konferensi pers di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (1/8).

"Kami akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas lebih dekat untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan," ungkapnya.

Sementara di sisi lain, untuk seluruh layanan over the top (OTT) global, pemerintah menginstruksikan salah satunya agar membuat kantor di Indonesia atau badan Usaha Tetap (BUT).

"Telegram itu kan komunikasi pribadi dan sosial network. Kami punya channel, punya public sharing, dan sebagainya. Kami akan mengikuti aturan pemerintah Indonesia sebagai public communication tool, mengikuti term and policy di sini," kata dia.

"Jadi, kami segera membentuk tim khusus untuk memantau gerakan propaganda teroris yang dilakukan melalui percakapan, seperti ISIS. Kami akan mungkin menonaktifkan akun atau channel mereka," tambahnya.

Sebelumnya, Menkominfo mengatakan, agenda Durov sambangi Indonesia akan membahas mengenai Standard Operating Prosedur (SOP) tentang konten negatif.

"Jadi nanti dengan adanya SOP dibuat, tata cara dibuat, namanya siapa kontak personnya, nomor teleponnya berapa, organisasinya di mana, dan service levelnya itu berapa lama kalau menanganinya laporan konten negatif, terutama soal terorisme, itu bakal berapa lama ditake down. Nah, hal itu lagi kita bicarakan," ungkapnya di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). (mdk/gni)


Menkominfo makan siang bersama CEO Telegram, unggah foto di Twitter
CEO Telegram temui Menkominfo
Menkominfo: Kita mau bahas SOP dengan Telegram
Datangi Kemenkominfo, CEO Telegram jadi rebutan foto selfie
Temui Menkominfo, CEO Telegram janjikan blokir konten berbau radikal
Rudiantara janjikan buka akses telegram jika Durov penuhi syarat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami