Bos Telegram tetap ogah buka data pengguna

Bos Telegram tetap ogah buka data pengguna
CEO Telegram datangi Kemenkominfo. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
TEKNOLOGI | 2 Agustus 2017 10:47 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov, menegaskan bila pihaknya telah bersikukuh untuk tidak memberikan dan membuka data para penggunannya. Kepada siapapun itu, termasuk pemerintah Indonesia sendiri. Menurutnya, Telegram merupakan layanan private chat yang harus memiliki kebijakan yang tegas.

“Jadi solusi kami sederhana, seperti yang Anda ketahui tentang Telegram adalah ruang chat pribadi. Sebagai alat pribadi kami memiliki kebijakan yang ketat, kami tidak memberikan data pribadi kepada pihak ketiga atau pemerintah. Kami tegas untuk hal ini,” jelas Durov saat acara konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (1/8).

Dilanjutkan Durov, Telegram merupakan 100 persen layanan privasi. Hal ini yang menjadikan landasan adanya kebijakan tersebut. Pun termasuk dengan pemerintah Indonesia bila ingin meminta dan membuka data, Durov menolaknya.

“Kami tidak akan membuat pengecualian khusus untuk negara manapun bahkan untuk negara seindah Indonesia. Tapi saya juga mengerti, komunikasi privasi dinyatakan dalam konstitusi Indonesia,” kata dia.

Saat ini, ujar Durov, terdapat 20 ribu pengguna mendaftar setiap hari, secara global sekitar 600 ribu pengguna baru Telegram.

“Jadi Indonesia itu penting tapi kita juga dukung privacy secara global,” ungkap dia.

Dirjen APTIKA Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan, juga mengatakan bahwa dalam pembicaraan antara pemerintah dengan Telegram, tidak membahas soal membuka data penggunanya. Pembahasan itu lebih kepada propaganda di channel-channel Telegram.

“Kalau pembicaraan privat itu tidak bisa, karena sesuai dengan Undang-Undang Telekomunikasi negara harus melindungi privasi, apapun isinya,” kata pria yang akrab disapa Semmy ini. (mdk/idc)

Baca juga:
Bos Telegram belum pastikan buat kantor di Indonesia
Rudiantara janjikan buka akses telegram jika Durov penuhi syarat
Temui Menkominfo, CEO Telegram janjikan blokir konten berbau radikal
Datangi Kemenkominfo, CEO Telegram jadi rebutan foto selfie
Menkominfo: Kita mau bahas SOP dengan Telegram
CEO Telegram temui Menkominfo
Menkominfo makan siang bersama CEO Telegram, unggah foto di Twitter

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami