Bos Zoom Akui Salah Soal Privasi

Bos Zoom Akui Salah Soal Privasi
TEKNOLOGI | 7 April 2020 10:35 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Persoalan privasi tengah melanda aplikasi Zoom. Aplikasi ini menjadi booming lantaran banyak orang menggunakan di saat pandemi Covid-19 mewabah seperti saat ini. Eric S. Yuan, CEO Zoom mengatakan, perusahaan yang didirikannya itu salah.

Kata Eric, layanan Zoom awalnya ditujukan untuk perusahaan skala besar. Namun di tengah krisis Covid-19, ada sejumlah pengguna baru yang memang belum menjadi fokus perusahaan.

"Layanan kami dibangun untuk melayani pelanggan perusahaan besar. Namun dalam krisis Covid-19, kami bergerak terlalu cepat. Bagaimanapun, ada beberapa salah langkah," tutur Eric seperti dilansir The Verge, Selasa (7/4).

Oleh sebab itu, Eric mengatakan pihaknya telah belajar dari hal tersebut dan berjanji akan mengatasinya dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, dalam blog resmi Zoom, Eric mengatakan perusahaan akan berkomitmen dan mendedikasikan seluruh sumber daya yang ada, untuk mengidentifikasi hingga mengatasi masalah yang ada di platformnya.

"Selama 90 hari, kami berkomitmen untuk mengidentifikasi masalah lebih baik, mengatasi dan menyelesaikannya. Kami juga akan bersikap transparan selama proses tersebut," tulis Eric.

Eric menuturkan salah yang akan dilakukan dilakukan Zoom adalah menerapkan sistem feature freeze, yakni perusahaan tidak akan menggulirkan fitur baru, sebelum masalah yang ada berhasil diatasi.

Tidak hanya itu, perusahaan juga akan melakuan peninjauan menyeluruh dengan melibatkan ahli pihak ketiga dan perwakilan pengguna. Jadi, Zoom dapat memahami dan memastikan keamanan layanannya.

1 dari 1 halaman

Perubahan

Zoom mengumumkan akan melakukan sejumlah perubahan terutama dari sisi keamanan untuk layanan di platformnya. Perubahan ini dilakukan untuk menghindari sejumlah masalah yang dialami pengguna saat ini.

Salah satu masalah yang menjadi sorotan baru-baru ini adalah Zoom Bombing. Untuk diketahui, insiden ini merupakan aksi pihak tidak bertanggung jawab yang tiba-tiba masuk dan menganggu sebuah pertemuan.

Untuk itu, seperti dikutip dari Engadget, Minggu (5/4), Zoom kini menerapkan password untuk setiap pertemuan yang akan diadakan, sehingga tidak bisa sembarang orang masuk.

Perubahan ini akan dilakukan mulai 5 April 2020. Dengan perubahan ini pula, pertemuan yang dijadwalkan setelah 5 April 2020 harus mengirimkan ulang kembali undangannya, sehingga sudah disertakan password.

Selain itu, fitur waiting room kini sudah menjadi setelan bawaan di Zoom. Jadi, host dalam pertemuan dapat mengecek terlebih dulu peserta yang akan ikut serta dalam video conference.

Perubahan ini juga disebut menjadi bagian janji CEO Zoom Eric S. Yuan untuk meningkatkan layanannya. Sebelumnya, Eric menyebut akan mendedikasikan seluruh sumber daya perusahaan untuk memperbaiki keamanan dan privasi.

(mdk/faz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5