Buntut Tudingan Spionase, Huawei Akan Dikeluarkan dari Pasar Utama?

TEKNOLOGI | 6 Februari 2019 14:15 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Buntut tudingan spionase jaringan teknologi 5G Huawei, semakin panjang. Dilaporkan Reuters, Rabu (6/2), Global System for Mobile Communications Association (GSMA) tengah mengusulkan ke seluruh anggotanya membahas kemungkinan terburuk Huawei ditendang dari pasar-pasar utama.

Dari sisi bisnis, seluruh operator di dunia merasa gerah lantaran tudingan yang mengarah ke Huawei. Ini bisa mengakibatkan bisnis mereka terhambat.

Persoalan Huawei ini pun bakal menjadi pembahasan saat pertemuan dewan berikutnya di sela-sela acara Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol pada Februari ini.

Hal itu diperkuat dari Juru Bicara GSMA yang mengatakan bahwa Direktur Jenderal GSMA, Mats Granryd telah mengirimkan surat kepada anggota dewan untuk membahas persoalan yang membelit Huawei.

"Masih tunggu konfirmasi," jelasnya.

Adapun pembahasan soal Huawei oleh GSMA bukan tanpa alasan. Pasalnya, banyak operator mengandalkan Huawei untuk membangun jaringan 5G. Jika Komisi Eropa sampai menetapkan larangan de facto terhadap peralatan jaringan 5G Huawei, maka akan menjadi kemunduran besar bagi Eropa untuk bisa kompetitif dalam industri komunikasi.

Hal ini juga akan berdampak pada implikasi teknologi tersebut terhadap pabrik-pabrik yang terkoneksi internet, mobil otonomos, dan teknologi medis. Komisi Eropa sedang mempertimbangkan hal tersebut.

Perusahaan telekomunikasi terbesar di Eropa, Deutsche Telekom, mengatakan bahwa memblokir produk Huawei dari jaringannya yang ada sekarang, maka dapat menunda rencana perusahaan untuk meluncurkan layanan baru selama dua hingga tiga tahun.

Sebagaimana diketahui, beberapa negara termasuk Amerika Serikat (AS) dan Australia, telah membatasi Huawei mengembangkan teknologi tersebut. Hal ini disebabkan kekhawatiran peralatan jaringannya berisi "back door" untuk melakukan spionase.

Selain itu, sejumlah negara juga mengkhawatirkan Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok, yang mengharuskan perusahaan dan masyarakatnya untuk berkolaborasi dalam upaya spionase.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT