Canggihnya Teknologi Mampu Dorong Tumbuhnya Empati

Canggihnya Teknologi Mampu Dorong Tumbuhnya Empati
TEKNOLOGI | 30 Mei 2020 08:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Teknologi tentu memiliki fungsi untuk memudahkan manusia. Dan hal ini ternyata tak sekedar memudahkan kita dalam kehidupan sehari-hari saja, namun membantu juga untuk memperbaiki kepribadian kita.

Menurut laporan medical Daily, para ilmuwan kini menggunakan Virual Reality atau VR untuk mengembangkan rasa empati pada manusia.

Para peneliti dari Stanford University ingin membantah mitos bahwa empati adalah sesuatu yang dimiliki seseorang, atau tidak sama sekali.

"Kami menganggap empati sebagai sesuatu yang Anda miliki atau tidak miliki. Namun banyak penelitian telah menunjukkan bahwa empati itu bukan hanya sifat semata. Empati adalah sesuatu yang bisa diraih dan naik turun sesuai situasi yang dialami," ungkap Jamil Zaki, seorang asisten profesor psikologi dan juga salah satu penulis penelitian ini.

Nah, metode yang digunakan adalah teknologi VR, di mana dalam VR yang digunakan terdapat sebuah cuplikan selama tujuh menit tentang "menjadi tunawisma." Cuplikan tersebut dikembangkan sendiri oleh para peneliti Stanford University.

"Mengambil perspektif orang lain dalam VR menghasilkan lebih banyak empati dan perilaku pro-sosial kepada orang lain secara segera, dibandingkan dengan hanya membayangkan," ungkap Fernanda Herrera, seorang peneliti yang jadi salah satu penulis utama naskah penelitian ini.

1 dari 1 halaman

Mampu Mengubah Hidup

Terdapat relawan sebanyak 560 orang dengan rentang usia 15 hingga 88 tahun yang ikut berpartisipasi. Mereka terbagi antara membaca narasi atau menggunakan VR. Dari hasilnya, seluruh peserta yang menggunakan VR mengungkapkan ulas balik yang positif. Bahkan 20 persen dari mereka menandatangani petisi untuk mendukung perumahan terjangkau.

Tak cuma soal tentang menjadi tunawisma, beberapa adegan lain seperti keadaan sulit setelah kehilangan kerja juga ditampilkan.

Para peneliti menyebut bahwa setelah penelitian selesai, banyak sekali partisipan yang mengirim email kalau penelitian tersebut mengubah hidup mereka dan mereka ikut berpartisipasi untuk terlibat menyudahi berbagai masalah sosial.

Ingin coba? (mdk/idc)

Baca juga:
Teknologi Pengenalan Wajah Pertemukan Ibu dan Anak yang Terpisah 3 Dekade
Asteroid Besar Akan Dekati Bumi, Bahaya?
Buktikan 'Bumi Istirahat,' NASA Dukung Studi Lingkungan Dampak Pandemi
NASA Bakal Bantu Tom Cruise Untuk Syuting Film di Luar Angkasa
Cara Membuat Magnet Lengkap dengan Penjelasannya, Sederhana dan Mudah Dilakukan
Astronom Berhasil Temukan Lubang Hitam Terdekat Dari Bumi, Ini Jaraknya!
Tiongkok Berhasil Daratkan Pesawat Ruang Angkasa, Siap Misi ke Bulan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5