CEO Google: Kecerdasan Buatan Butuh Diregulasi

CEO Google: Kecerdasan Buatan Butuh Diregulasi
TEKNOLOGI | 27 Januari 2020 14:57 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Apakah kecerdasan buatan harus dibuatkan regulasinya? Jika bertanya kepada Google dan perusahaan induknya yakni Alphabet, jawabannya adalah iya.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh CEO Google sekaligus Alphabet yakni Sundar Pichai yang dikutip Mashable, disebut bahwa teknologi baru selalu memiliki risiko.

Meski demikian, Pichai tetap menyebut bahwa AI adalah teknologi terbaru yang paling menjanjikan. Namun kecerobohan penggunaan sebuah teknologi adalah hal yang banyak tertulis dalam sejarah.

1 dari 2 halaman

"Sejarah penuh dengan contoh bagaimana kebajikan teknologi itu tak terjamin," tulisnya.

"Internet memungkinkan kita untuk terhubung dengan siapa saja dan mendapatkan informasi dari mana saja, namun juga memudahkan penyebaran informasi yang salah," tambahnya.

Ia juga memberi sorotan pada banyak regional yang sudah mulai menyusun proposal untuk meregulasi AI. Sang CEO menyatakan bahwa kesadaran mengetahui pentingnya regulasi adalah hal yang terpenting.

"Uni Eropa dan AS sudah mulai mengembangkan proposal pengaturan (regulasi AI). Penjajaran internasional adalah hal yang sangat penting untuk membuat standar global berfungsi. Untuk sampai di sana, kita perlu sepakat soal nilai-nilai inti (dari AI)," tulisnya.

2 dari 2 halaman

Google sendiri adalah pihak yang berada di garis depan soal penelitian AI, di mana mereka mengambil banyak area kunci.

Berbagai hal mulai sistem AI di ramalan cuaca lokal, hingga AI untuk memeriksa adanya sel kanker payudara, telah diteliti Google.

Hal semacam ini telah diserukan oleh CEO Tesla dan SpaceX, yakni Elon Musk. Ia menyebut pada 2017 lalu, bahwa "AI adalah risiko mendasar bagi keberadaan peradaban manusia." (mdk/idc)

Baca juga:
Deteksi Kadar Glukosa Bisa Pakai Kecerdasan Buatan
Startup AI, Nodeflux, Kerja Sama dengan Dukcapil Manfaatkan Data Kependudukan RI
Ilmuwan: Dunia di Ambang 'Perang Terminator'
Punya Fitur AI, Mesin Cuci LG Ini Hasilkan Cucian Lebih Sehat dan Higienis
Kontroversi Usulan Jokowi Ganti Eselon dengan Robot, Ini Untung Ruginya
Menteri PANRB: Pemangkasan Eselon Bukan Angkat Robot Tapi Ganti Sistem
Jokowi Minta Notaris Manfaatkan Teknologi

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami