CEO Kitabisa.com: Promosi Startup yang Efektif? Edukasi Produk!

TEKNOLOGI | 9 Agustus 2018 12:14 Reporter : Zaki

Merdeka.com - Dewasa ini startup menjadi ranah yang cukup digemari oleh kaum Millennials. Ini membuktikan jika teknologi selalu menjelma sebagai ‘sesuatu’ yang menggoda rasa ingin tahu mereka. Kemunculan berbagai jenis startup bisa jadi buktinya.

Ada beragam pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang sebelum merintis sebuah startup. Bukan sekadar bagaimana konsep yang ditawarkan, tapi juga apa langkah yang mesti ditempuh untuk mempromosikan startup-mu. Banyak developer melakukan kesalahan saat melakukan promosi kepada masyarakat. Alih-alih fokus pada User Experience, tak sedikit dari mereka yang lebih menonjolkan promosi semata. Padahal yang sebenar-benarnya dibutuhkan adalah edukasi produk!

Topik ini menjadi perbincangan hangat saat penyelenggaraan Talent Scouting The NextDev 2018 di Batam beberapa waktu lalu. Salah satu juri yang juga merupakan CEO Kitabisa.com, M. Alfatih Timur mengangkat topik ini agar para developer tak terjebak pada mindset yang kurang tepat mengenai pengembangan startup.

Cowok yang akrab disapa Timmy tersebut melihat jika saat ini banyak sekali early stage startup yang mengambil langkah kurang tepat saat membawa produk mereka ke pasar. Alih-alih sosialisasi, kebanyakan dari mereka hanya melakukan promosi semata. Padahal yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat adalah edukasi berbasis produk agar peran startup di tengah masyarakat benar-benar kentara.

©2018 Merdeka.com

Dalam talkshow interaktif Talent Scouting The NextDev 2018 di Hotel Ibiza Style Nagoya, Batam, Timmy juga mengaku jika kesalahan tersebut juga pernah dilakukan.

"Mengedukasi itu memang enggak mudah. Saya pernah salah sangka. Pertama saya bikin produk, kedua saya ngomong di depan publik. Nah, ngomong di depan publik ini yang saya maksud adalah edukasi. Ternyata itu salah," ungkap Alfatih.

Bertugas sebagai juri platform early stage startup terbaik, The NextDev 2018, Timmy menganggap bahwa promosi tanpa melihat dampaknya terhadap masyarakat adalah kesalahan. Baginya, proses pengenalan yang dibarengi dengan edukasi berbasis produk merupakan langkah terbaik.

"Paling benar adalah mengedukasi lewat produk untuk mencari product market. Produk dipakai atau tidak oleh pengguna, kalau tidak dipakai berarti ada sesuatu di produk yang enggak menyelesaikan masalah," jelasnya.

Dengan edukasi lewat produk, sebuah startup akan mengetahui besaran attraction dan intention di masyarakat. Kalau keduanya sama-sama besar, berarti proses edukasi produk kepada publik tergolong sukses. Timmy juga meyakini bila edukasi berhasil dan masyarakat menyukai produknya, mereka akan mengajak orang lain di sekitarnya untuk turut menggunakan produk tersebut.

"Kalau orang sudah paham dengan senang hati mereka akan me-revert dan menjelaskan ke teman-temannya. Ini momen dari mulut ke mulut. Nah, itu artinya product market," pungkas Timmy.

©2018 Merdeka.com

Kesempatan mengembangkan startup masih terbuka lebar karena submission The NextDev 2018 masih dibuka. Segera daftarkan startup di www.thenextdev.iddan ikuti penyelenggaraan Talent Scouting-nya di Samarinda (Agustus), Yogyakarta (September), dan puncaknya di Jakarta (Oktober)

(mdk/aki)

TOPIK TERKAIT