CEO Microsoft: Teknologi Bantu Pebisnis Kecil di Indonesia

CEO Microsoft: Teknologi Bantu Pebisnis Kecil di Indonesia
TEKNOLOGI | 27 Februari 2020 16:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan, betapa pentingnya teknologi saat ini, sehingga sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, teknologi mampu mentransformasi beragam aspek kehidupan saat ini.

"Teknologi di Indonesia telah membantu pebisnis kecil berkembang dan pebisnis besar menjadi kompetitif di tingkat global. Kinerja pemerintah pun lebih efisien, dan ada peningkatan di bidang pendidikan," tuturnya saat berbicara di ajang Digital Economy Summit di Indonesia, Jakarta, Kamis (27/2).

Melihat kondisi tersebut, Satya mengatakan Microsoft pun akan berfokus pada pengembangan talenta dan infrastruktur untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih kompetitif dan bersaing.

Kehadiran Digital Economy Summit ini sekaligus menandai 25 tahun kiprah Microsoft di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 2.500 developer dan disiarkan langsung melalui kanal resmi Microsoft.

1 dari 1 halaman

Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar

Presiden Joko Widodo meminta kepada semua pihak agar saat ini tidak hanya jadi pasar perkembangan ekonomi digital, melainkan jadi pendorong produksi dalam negeri.

"Namun jangan sampai kita ini hanya jadi pasar. Kita juga tidak mau jadi penonton," ungkap Jokowi di acara Indonesia Digital Economy Summit 2020, Hotel Ritz Calton, Jakarta Pusat, Kamis (27/2).

Dia menjelaskan saat ini Indonesia merupakan negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia dan mencapai pertumbuhan tercepat, dan diprediksi pada 2025 memiliki pencapaian pertumbuhan hingga USD 133 miliar.

"2015 nilainya USD 8 miliar. Kalau ditriliunkan berapa, kira-kira Rp 120-an triliun ya. Kemudian di 2019 USD 40 miliar. berarti Rp 560 triliun. Dan diprediksi di tahun 2025 kita akan memiliki USD 133 miliar," imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengklaim ekosistem startup Indonesia teraktif di Asia Tenggara. Kemudian tercatat nomer 5 di dunia, setelah Amerika Serikat, Inggris, Kanada.

"Kita nomor 5. Ini supaya dimengerti betul, kita nomor 5. Dan kita memiliki 2.193 startup, ada satu decacorn, 4 unicorn, yang salah satunya saya jadikan menteri foundernya," jelasnya.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Agustinus Mario Damar

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami