Dampak Covid-19 di Perusahaan Rintisan, Ratusan Startup Lakukan PHK Massal

Dampak Covid-19 di Perusahaan Rintisan, Ratusan Startup Lakukan PHK Massal
TEKNOLOGI | 28 April 2020 17:04 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 telah memukul banyak sektor usaha di dunia, tak terkecuali perusahaan rintisan (startup) yang menjadi anak emas di era ekonomi digital saat ini.

Ratusan startup tak bisa menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat resesi ekonomi selama pandemi Covid-19 ini.

Kementerian Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan jumlah pengangguran meningkat di lima pekan terakhir menjadi 26,4 juta pekerja.Sayangnya, belum ada data detail PHK di startup Indonesia.

Dikutip dari Crunchbase.com, jumlah tersebut memang menurun sekitar 810 ribu dari pekan sebelumnya. Namun, hampir semua pekerjaan hilang di seluruh negeri dan berbagai sektor bisnis, sebagaimana dilaporkan CNBC.

Per 21 April lalu, total ada 280 startup telah melakukan PHK sebanyak 21.609 pekerja, sejak virus Corona ditetapkan WHO sebagai pandemi pada bulan lalu (Maret).

Menurut Roger Lee, Eksekutif di startup Human Interest yang menghimpun data PHK startup, mengatakan PHK memang cenderung menurun belakangan ini, tapi PHK di startup diperkirakan masih berlanjut di masa mendatang.

"Ketika PHK di startup melambat sementara selama dua pekan ini, tampaknya secara umum pengangguran baru menurun memang. Namun, penurunan itu masih sedikit, tetap masih banyak orang yang di-PHK," ujar Lee.

Sebagai gambaran, periode 11 Maret-21 April, 280 startup melakukan PHK sebanyak 21.609 pekerja. Jumlah ini naik 21,1 persen dari periode sebelumnya yang tercatat 245 startup mem-PHK 17.844 pekerja.

San Francisco dan New York

Berdasarkan kota, startup di kawasan internasional San Francisco Bay Area tercatat banyak melakukan PHK, seperti Houzz, Opendoor, Zume, Carta, dan VSCO. Jumlahnya lebih dari 6.000 pekerja.

Juga startup di kota-kota besar seperti New York (3.000 pekerja), Los Angeles (1.700), Boston (2.300), Miami (1.000), dan Austin (500).

Baca Selanjutnya: Startup Makanan Terbanyak mem-PHK...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami