DBS Treasure Hadirkan Inovasi Digital Berkelanjutan dengan Produk digibank Reksa Dana

DBS Treasure Hadirkan Inovasi Digital Berkelanjutan dengan Produk digibank Reksa Dana
Bank DBS Indonesia. ©2020 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 27 Juli 2021 15:47 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - DBS Treasures konsisten menghadirkan inovasi digital berkelanjutan sehingga nasabah dapat yakin meraih peluang investasi di saat tepat. Inovasi digital ini memiliki misi menuju "future of banking" dan transformasi strategi manajemen kekayaan yang mencermati kebutuhan nasabah.

Inovasi terbarunya, produk digibank Reksa Dana dengan akses investasi online yang fleksibel melalui aplikasi digibank by DBS. Berdasarkan studi internal Bank DBS Indonesia mengenai penetrasi aktivitas online 2021, dari total seluruh responden yang masuk dalam segmen nasabah prioritas menunjukkan preferensi transaksi online yang mana 83 persen melakukan digital banking.

“Peluncuran digibank Reksa Dana merupakan salah satu wujud nyata komitmen DBS Treasures sebagai mitra manajemen kekayaan terpercaya menuju future of banking. Mengedepankan intuitive wealth management DBS Treasures dengan tiga pilar utama, yaitu proaktif dengan insight terkini, tim ahli andal dengan data-driven operating model berdasarkan profil risiko nasabah dan analisis data pasar, dan inovasi digital berkelanjutan,” ujar Rudy Tandjung, Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia, dalam rilisnya, kemarin.

Menurut Rudy, produk investasi yang dihadirkan di aplikasi digibank by DBS adalah digibank Reksa Dana dengan proses end-to-end fleksibel. Mulai dari registrasi SID hingga transaksi beli, jual, dan switching. Ini mendukung nasabah menangkap peluang dan mengoptimalisasi portofolio investasinya 24/7. Rangkaian produknya mencakup instrumen tangguh, mata uang IDR dan USD, hingga kelas aset komprehensif untuk mencakup seluruh profil risiko investasi nasabah. Semuanya dapat dikategorisasi berdasarkan popularitas, kinerja, dan scoring terbaik.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan kontribusi pasar modal terhadap volume perekonomian nasional mencapai 48-50 persen. Data tersebut sejalan dengan data internal Bank DBS Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan investor melalui aplikasi digibank by DBS hampir sebesar 30 persen selama semester I tahun ini. Sementara data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyatakan jumlah investor reksadana meningkat sebanyak 4,69 juta orang atau sekitar 47,8 persen hingga Mei lalu.

Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, menambahkan kaami mengapresiasi terobosan DBS Treasures memperluas pilihan pengalaman pengelolaan keuangan nasabah ritel dan prioritas dengan menambahkan berbagai instrumen investasi di pasar modal melalui pendekatan teknologi seamless.

Terobosan ini sejalan dengan misi BEI untuk memudahkan masyarakat mengakses pasar modal, sebagai salah satu upaya upaya meningkatkan jumlah investor dan memperbesar volume kepemilikan masyarakat atas berbagai produk Pasar Modal Indonesia.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami