DeepLens, kamera cerdas berbasis AI dari Intel

DeepLens, kamera cerdas berbasis AI dari Intel
Deep Lens Intel. © slahgear.com
TEKNOLOGI | 4 Desember 2017 16:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Hari ini (4/12), Amazon Web Services (AWS) meluncurkan DeepLens, perangkat kamera video wireless pertama dengan deep learning-enabled serba guna yang dirancang dan dapat diprogram sepenuhnya untuk dan oleh para developer.

Perangkat pintar tersebut diumumkan pada presentasi CEO AWS Andy Jassy dalam konferensi tahunan re:Invent di Las Vegas. AWS dan Intel berkolaborasi untuk membuat kamera DeepLens yang mudah di program oleh developer dari berbagai tingkat keahlian dengan perangkat optimal yang dibutuhkan untuk merancang dan menciptakan kecerdasan buatan (AI) dan produk pembelajaran mesin (machine learning).

Kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin mampu memperkuat generasi baru industri "cerdas", seperti smart homes, smart retail, smart industrial, dan lainnya, untuk mempermudah kehidupan melalui interaksi yang cerdas dengan berbagai perangkat. Kolaborasi ini memperkuat komitmen Intel untuk menyediakan perangkat kecerdasan buatan dan produk pembelajaran mesin kepada para developer, serta mengikuti pengenalan produk terbaru yaitu Intel Speech Enabling Developer Kit.

Intel Speech Enabling Developer Kit sendiri adalah solusi audio terdepan untuk fungsi kontrol suara jarak jauh. Kolaborasi ini juga mempermudah para developer pihak ketiga untuk mempercepat desain produk konsumen yang terintegrasi dengan Alexa Voice Service.

DeepLens mengombinasikan jumlah daya pemrosesan tinggi dengan antarmuka pengguna yang mudah dipelajari untuk mendukung pelatihan dan penyebaran model di cloud. Ditenagai oleh prosesor Intel Atom X5 dengan grafis embedded yang mendukung deteksi dan pengenalan objek, DeepLens menggunakan software dan libraries deep learning bertenaga Intel untuk menjalankan model pencitraan komputer real-time secara langsung di dalam perangkat. Hal ini sangat berguna untuk mengurangi biaya dan respon real-time.

Kamera ini diklaim sebagai inovasi baru di industri rumah cerdas yang kini sedang tren.

"Kami melihat adanya gelombang inovasi baru dalam smart home, dipicu dari kemajuan di kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin," kata Miles Kingston, General Manager Smart Home Group Intel dalam rilis yang diterima Merdeka.com.

"DeepLens menunjukan kemampuan keseluruhan hardware dan software Intel untuk memberikan para developer perangkat yang kuat untuk menciptakan pengalaman baru, yang memberikan potensi tak terbatas untuk integrasi perangkat smart home," lanjutnya.

Para developer dapat mulai merancang dan membuat kecerdasan buatan dan produk pembelajaran mesin secara cepat menggunakan framework yang sudah terkonfigurasi di dalam perangkat. Apache MXNet sudah dapat digunakan hari ini, sedangkan Tensorflow dan Caffe2 akan dapat digunakan pada awal kuartal pertama 2018. (mdk/idc)


Nampang bareng Asus ZenFone 3, beginilah tampilan Android 8.0 Oreo
Pilkades melalui e-Voting terus berlanjut
Samsung Galaxy S9 dan S9+ bakal hadir dengan warna ungu?
WhatsApp rencanakan fitur baru bungkam anggota group
Akun Twitter Kemlu minta maaf soal postingan porno
Apple akan luncurkan iPad murah (lagi) di 2018
Samsung: Galaxy S8 Microsoft Edition? Itu cuma mitos!

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami