Di Awal 2020, 300 Ribu Serangan Ransomware Sasar Indonesia

Di Awal 2020, 300 Ribu Serangan Ransomware Sasar Indonesia
TEKNOLOGI | 3 September 2020 11:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tiga tahun setelah serangan WannaCry, dunia masih menghadapi ancaman ini terutama di tengah pandemi Covid-19. Ransomware bahkan menjadi salah satu ancaman dunia maya yang disoroti di Asia Tenggara.

Perusahaan dan organisasi menjadi sasaran ransomware yang sangat merugikan secara finansial. Berdasarkan statistik terbaru Kaspersky, ada 831 ribu serangan ransomware di Asia Tenggara yang telah diblokir pada paruh pertama 2020.

Sementara data Kaspersky menyebut, selama paruh pertama 2020 ada 298.892 atau hampir 300 ribu serangan ransomware terhadap pengguna di Indonesia.

Kaspersky menyebut, deteksi ransomware di Indoensia 69 persen lebih rendah dibandingkan paruh pertama 2019. Namun, 49 persen upaya terdeteksi menyasar sektor enterprise, diikuti sektor konsumen (39,9 persen), dan UKM (2,13 persen).

Diungkapkan oleh Territory Channel Manager Kaspersky untuk Indonesia Dony Koesmandarin, serangan ransomware Wannacry adalah yang pertama dihadapi oleh Indonesia beberapa tahun lalu.

Hal ini memperlihatkan bahwa bisnis dalam segala bentuk dan ukuran perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan protokol dan infrastruktur keamanan siber mereka.

"Laporan kami menunjukkan lebih sedikit ransomware yang diblokir, penting dicatat bahwa perusahaan di Indonesia adalah target utama aktor ancaman ransomware," ujarnya dalam Webinar Kaspersky mengenai serangan ransomware di Indonesia, Kamis (3/9).

Baca Selanjutnya: Rendahnya Awareness...

Halaman

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami