Di awal operasional, TopJek tak akan merugi

TEKNOLOGI | 8 Oktober 2015 20:03 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Banyaknya bisnis aplikasi ojek online seperti jamur di musim penghujan. Sebut saja Go-Jek, GrabBike, Blu-Jek, dan bahkan muncul pemain baru seperti, TopJek membuat persaingan di bisnis ini sungguh sangat ketat.

Tak jarang dari mereka harus rela rugi manakala bertarung soal harga gara-gara strategi promo yang dilakukannya. Maklum saja, mereka berani seperti itu lantaran tak ingin ditinggalkan oleh konsumennya.

Namun, itu akan beda cerita dengan TopJek. Menurut Co-founder sekaligus Direktur, TopJek, Cempaka Adinda Devi, sebagai pemain baru di industri ini, pihaknya enggan mengikuti jejak pendahulunya yang harus berdarah-darah merugi. Bahkan, dirinya sesumbar di awal operasionalnya nanti di November, TopJek tak akan mengalami kerugian.

"Siapa bilang bakal rugi, kita punya strategi buat tidak rugi seperti yang lain. Kita minimize mungkin budget kita. Kalau mereka kan berani bertarung harga, kita enggak. Tapi, promo tetap akan ada, namun tidak seperti yang lain," ujarnya kepada Merdeka.com di kantornya, Kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (8/10).

Sayangnya, ia tidak menyebutkan detail promo yang seperti apa sehingga pernyataannya tak merugi saat promo belum bisa dianalisis. Di sisi lain, isu privasi konsumen memang sedang menjadi topik yang hangat bagi kalangan pengguna ojek online. Pasalnya, tak jarang mereka mendapatkan pesan dari pengemudi ojek online di luar pesanan mereka.

Kelemahan privasi yang ada di layanan ojek online sebelumnya diklaim jadi jadi fokus perusahaan supaya bisa bersaing dengan pemain lain yang sudah lebih dulu hadir.

"Kita akan buat pengemudi tidak bisa menghubungi pengemudi secara langsung. Di aplikasinya Topjek sudah dibuatkan fitur chatroom khusus yang dapat dipakai untuk komunikasi pengemudi dan pengguna layanan, jadi nomor telepon tidak diekspos," kata Cempaka.


Ojek online semakin marak, peminat angkutan umum turun drastis
TopJek klaim keberadaannya tak bakal ganggu privasi konsumen
Menengok ramainya antrean pendaftaran pengemudi TopJek
Setelah Go-Jek dan Blu-Jek, lahirlah TopJek
GO-Jek tak takut maraknya ojek online pendatang baru di Indonesia
Blu-Jek jadi alternatif baru ojek online di Jakarta
Waspada, privasi pelanggan ojek online bisa disalahgunakan

(mdk/bbo)