Di Tengah Pandemi, Teknologi Pendidikan Berpotensi Makin Berkembang

Di Tengah Pandemi, Teknologi Pendidikan Berpotensi Makin Berkembang
TEKNOLOGI | 22 Oktober 2020 16:41 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Diterapkannya kembali PSBB yang lebih ketat atas keputusan Gubernur DKI Jakarta memberi dampak ke startup teknologi pendidikan atau edtech.

Bertolak belakang dengan sektor pariwisata yang terpukul hebat, edtech justru berpotensi untuk berkembang pesat. Upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 telah memaksa aktivitas di sekitar 530.000 sekolah di Indonesia diberhentikan sementara. Layanan berbasis TIK dalam untuk penyediaan akses pendidikan lewat aktivitas belajar di rumah memiliki peluang menjanjikan.

Saat ini, Ada sekitar 68 juta siswa dari tingkat prasekolah hingga perguruan tinggi yang membutuhkan teknologi untuk belajar. Bahkan secara global, kurang lebih 1,5 miliar siswa di 188 negara tidak dapat menghadiri kelas. Disrupsi pendidikan seperti ini terakhir kali terjadi saat Perang Dunia II.

Keadaan ini akan dapat mendorong sektor edtech berkembang pesat. Penggunaan edtech akan terus menjadi kebutuhan siswa di berbagai jenjang pendidikan. Tentunya, teknologi seperti internet, ponsel pintar, dan laptop menjadi perangkat wajib dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh.

Menurut Business Resilience Wheel yang dirilis oleh Grant Thornton Indonesia pada kuartal pertama tahun ini pendanaan menjadi salah satu strategi startup untuk tetap bertahan di masa pandemi.

Para pemain di sektor edtech tampak telah melakukan eksekusi atas strategi ini dengan cukup baik. Hal itu terlihat dari sejumlah investasi besar yang telah disuntikkan ke sektor ini dan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum akselerasi dan ajang pembuktian bahwa investasi itu digulirkan ke sektor yang tepat.

"Melihat perkembangan sektor edtech di Indonesia, tentu terlihat prospek yang sangat menjanjikan. Bagi investor yang menginvestasikan dana di sektor ini perlu juga mempertimbangkan risiko yang dapat menyertai seperti regulasi, sikus pendanaan dan bagaimana entitas bersaing dengan kompetitor," ujar Kurniawan Tjoetiar, Legal Partner Grant Thornton Indonesia dalam keterangan tertulis yang dimuat Tekno Liputan6.com.

Baca Selanjutnya: Perlu Strategi Lain...

Halaman

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami