Dirjen APTIKA Soal Smart City: Pemerintah Daerah Jangan Merasa Terbebani

TEKNOLOGI | 20 Mei 2019 13:15 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen APTIKA), Semuel Abrijani Pangerapan meminta pemerintah daerah tidak terbebani dalam menyiapkan infrastruktur teknologi.

Khususnya yang digunakan untuk menerapkan smart city di daerahnya. Menurutnya, teknologi adalah enabler, bukan menjadi satu-satunya solusi.

"Jadi bukan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan atau membangun smart city," kata pria yang akrab disapa Semmy ini dikutip dari laman resmi Kemkominfo, Senin (20/05).

Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah pusat akan segera menyiapkan satu fasilitas penyimpanan data-data strategis dan aplikasi-aplikasi yang sifatnya umum untuk membantu daerah dalam membangun smart city.

"Pemerintah pusat akan menyediakan masterplan pembangunan smart city untuk pemerintah daerah," jelas dia.

Kontribusi Kemkominfo yang menyediakan berbagai infrastruktur untuk membantu pemerintah daerah di wilayah 3T agar mendapatkan akses internet yang baik melalui Palapa Ring.

"Palapa ring adalah suatu proyek pemerintah yang mana menyambungkan semua kota dan kabupaten dengan fiber optik. Sementara untuk pulau-pulau yang terpencil, pihaknya akan meluncurkan satelit pada tahun 2022," ungkap dia.

Semmy berharap pemerintah daerah memiliki keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dan mendorong masyarakatnya untuk lebih maju demi mewujudkan smart city.

"Syarat pertama adalah kemauan kita untuk berubah dan kita harusnya jadi leading dan kita harusnya leadingnya ini kita jadi tut wuri handayani benar-benar mendorong masyarakat juga berubah," ujarnya. (mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.