Ditawari Tiongkok Pengembangan 5G, Indonesia Masih Mencari Model Bisnis

TEKNOLOGI | 8 Desember 2018 17:00 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Pemerintah Tiongkok menawarkan bantuan pengembangan teknologi di kawasan ASEAN. Namun untuk Indonesia, sejauh ini belum ada keputusan karena masih fokus menunggu sikap operator terkait model bisnis teknologi 5G dan kesiapan ekosistem.

"Tiongkok menawarkan pengembangan teknologi 5G, tapi itu dikembalikan kepada masing-masing negara karena ekosistemnya kan juga perlu dilihat," jelas Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara usai konferensi pers ASEAN Telecommunications and Information Technology Ministers Meeting (TELMIN) ke-18 di Ubud, Bali, Kamis (6/12).

Dilanjutkannya, di Indonesia akan masih fokus menunggu bagaimana sikap operator. Maksudnya adalah jika operator belum punya model bisnisnya, maka tidak akan efektif juga teknologi 5G.

"Semuanya tergantung model bisnis dan ekosistemnya. Jangan sampai nanti operator mau, tapi minta BHP frekuensi (Biaya Hak Penggunaan) dikurangi, ya jangan karena itu adalah penerimaan negara. Kita harus cari titik keseimbangan semuanya," ujarnya.

Pengembangan teknologi 5G, kata Rudiantara, perlu memperhatikan ekosistemnya agar bisa maksimal.Ekosistem dalam hal ini mencakup target konsumen, korporasi, industri, atau kalangan konsumen ritel.

Dari sudut pandangnya, sejauh ini target konsumen 5G yang ideal adalah korporasi mengingat daya beli yang lebih besar daripada pasar konsumen ritel.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Andina Librianty

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT