Dukung Energi Terbarukan, Apple Bangun Turbin Angin Terbesar di Dunia

Dukung Energi Terbarukan, Apple Bangun Turbin Angin Terbesar di Dunia
Logo Apple. ©2019 sefsed.com
TEKNOLOGI | 5 Oktober 2020 10:23 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Apple makin mempertegas langkah mendukung energi terbarukan dalam setiap produk besutannya. Bahkan, Apple telah mengumumkan pihaknya berinvestasi dalam pembangunan dua turbin angin darat terbesar di dunia.

Kedua turbin itu diharapkan dapat menjadi sumber energi bersih dan terbarukan yang akan membawa rantai pasokan dan produknya selangkah lebih dekat menuju netralitas karbon.

"Memerangi perubahan iklim menuntut tindakan segera dan kemitraan global, dan pusat data Viborg adalah bukti kuat bahwa kita dapat menghadapi tantangan generasi ini," kata Lisa Jackson, wakil presiden Lingkungan, Kebijakan, dan Inisiatif Sosial di Apple dikutip dari keterangan perusahaan yang dimuat Tekno Liputan6.com.

Investasi di energi terbarukan, menurut Lisa, akan menghasilkan inovasi yang menghadirkan energi bersih dan pekerjaan yang baik bagi bisnis dan komunitas lokal.

"Ini adalah bidang yang harus kita pimpin, demi planet kita dan generasi mendatang," tutur Lisa lebih lanjut.

Fasilitas ini berlokasi di dekat kota Esbjerg di Denmark, di mana turbin setinggi 200 meter ini diharapkan menghasilkan daya 62 gigawatt jam setiap tahun. Sebagai perbandingan, daya 62 gigawatt jam kurang lebih setara dengan daya untuk hampir 20.000 rumah.

Daya ini akan menjadi sumber tenaga pusat data Apple di Viborgk. Selain itu, fasilitas ini juga sekaligus akan bertindak sebagai lokasi uji coba untuk turbin angin lepas pantai yang kuat.

2 dari 2 halaman

Bebas Jejak Karbon di 2030

Apple sudah berencana untuk mengurangi kokntribusi negatifnya terhadap perubahan iklim pada dekade ini. Pasalnya, perusahaan yang bermarkas di Cupertino tersebut akan bertujuan menjadi perusahaan karbon netral pada 2030.

Melansir pernyataan Apple yang dikutip The Verge, untuk mencapai hal tersebut, Apple akan memangkas polusi gas rumah kaca sebesar 75 persen dan kemudian mencari solusi untuk mengurangi 25 persen dari sisa emisinya.

Apple sendiri telah mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 4,3 juta metrik ton pada 2019 lalu, menurut laporan dari Environmental Progress Report tahun 2020. Angka ini membuktikan bahwa Apple berhasil menurunkan 35 persen emisi karbon dioksida, sejak Apple mencanangkan proyek ini 2015 lalu.

Meski demikian, Apple tetap menyumbang banyak karbon dioksida pada 2019 lalu, yakni sebesar 25,1 juta metrik ton, atau setara enam pembangkit listrik tenaga batu bara yang beroperasi tanpa henti selama setahun penuh.

Apple sendiri mampu mengurangi polusi dengan cara menggunakan bahan daur ulang dan meningkatkan efisiensi energi di produk-produk besutannya. Saat ini, semua produk Apple menggunakan energi yang 73 persen lebih rendah dibanding produknya 11 tahun lalu.

Apple menyebut bahwa operasi global dari perusahaannya telah menjadi netral karbon sejak April lalu. Apple memang telah mengumumkan sejak 2018 lalu kalau pihaknya telah dan akan membekali operasi globalnya dengan energi terbarukan. Apple Campus sendiri secara penuh menggunakan energi berbasis cahaya matahari.

Apple pun juga akan bekerjasama dengan mitra yang menggunakan energi terbarukan, dan telah mendapatkan komitmen tersebut dari 70 supliernya. (mdk/idc)

Baca juga:
Survei Ini sebut Pengguna Apple Tak Urus soal 5G
Apple Tak Sengaja Izinkan Malware Masuk ke Mac
iOS 14: Mirip Android Tapi Fungsionalitas Google Minim
iPhone 12 Pro Max Bakal Usung Spesifikasi Lebih Canggih dari iPhone 12 Pro
iOS 14 Dorong Instal Aplikasi Kustomisasi Home Screen
Apple Dilaporkan Akan Rilis iPhone 12 mini, Calon iPhone Termungil!
Bug Terdeteksi di Safari, Hacker Bisa Curi Data Pengguna iOS dan macOS

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami