Facebook Akuisisi Studio Gim Ready at Dawn

Facebook Akuisisi Studio Gim Ready at Dawn
TEKNOLOGI | 14 Juli 2020 10:13 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Setelah sebelumnya Facebook Gaming bermitra dengan Microsoft, kali ini mereka makin menancapkan kukunya di industri gaming.

Hal tersebut ditunjukkan oleh perusahaan bentukan Mark Zuckerberg tersebut dengan mengakuisisi sejumlah studio pembuat gim ternama di dunia.

Salah satu studio gim yang baru saja diakuisisi oleh Facebook adalah Ready at Dawn, kreator dibalik gim eksklusif PS4 berjudul The Order: 1886, sebagaimana dikutip dari IGN via Tekno Liputan6.com.

"Hampir 17 tahun lalu, kami memulai perjalanan untuk membangun sebuah studio gim," tulis co-founder Ready at Dawn, Ru Weerasuriya di akun Twitter-nya.

Ia menambahkan, "Sejalannya waktu, kami berinovasi dalam hal genre,pengalaman, gim, dan platform. Kini, kami mengungkapkan rasa gembira dapat bergabung dengan keluarga Facebook bersamaan dengan membuka potensi baru dan mengejar hasrat kami."

1 dari 2 halaman

Facebook Sudah Tertarik Sejak 2017

Lebih lanjut, Facebook sudah sejak lama kepincut dengan studio gim tersebut setelah sukses merilis gim VR (virtual reality) berjudul Lone Echo pada 2017.

Dengan begini, studio gim yang sudah fokus dalam pengembangan VR tersebut akan mulai beroperasi di bawah naungan Facebook Oculus Studio.

Rencananya, Ready at Dawn akan mulai mengembangkan sebuah konten VR khusus untuk gamer.

2 dari 2 halaman

Tidak Ada PHK

Proses akuisisi ini dikabarkan tidak akan menyebabkak PHK di pihak studio gim tersebut, menurut Facebook, "seluruh tim Ready at Dawn akan bergabung dengan tim Oculus Studios."

Facebook juga menjelaskan, Ready at Dawn akan terus beroperasi secara independen dengan dukungan penuh dari Facebook dan tim Oculus Studios.

Ready at Dawn saat ini sedang mengembangkan Lone Echo II yang dijadwalkan akan rilis sekitar tahun ini. Informasi, ini merupakan studio gim ketiga yang diakuisisi Facebook sejak November 2019.

Sebelumnya, Facebook mengakuisisi pengembang Beat Saber, Beat Games; dan studio Asgard's Wrath, Sanzaru Games.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Yuslianson (mdk/idc)

Baca juga:
Facebook Hentikan Penjualan Headset VR Oculus GO
Google, Facebook, dan Twitter Hentikan Permintaan Data Dari Pemerintah Hong Kong
Setelah TikTok Diblokir, Instagram Reels Ekspansi ke India
Setelah Kerja Sama Dengan Facebook Gaming, Microsoft Matikan Layanan Mixer
Aplikasi Mirip TikTok Besutan Facebook Akhirnya Ditutup
Facebook dan Instagram Bakal Ingatkan Pengguna Untuk Gunakan Masker
Facebook Mulai Prioritaskan Orisinalitas Berita yang Muncul di News Feed

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami