Facebook Blokir Puluhan Ribu Aplikasi, Ada Apa?

TEKNOLOGI | 21 September 2019 11:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Facebook mengaku pihaknya telah memblokir puluhan ribu aplikasi sebagai bagian dari investigasinya paska skandal Cambridge Analytica.

Dilansir dari BBC pada Sabtu (21/9), Facebook mengatakan aplikasi-aplikasi tersebut dimiliki oleh lebih dari 400 developer dan tidak semuanya memang berbahaya untuk pengguna.

Investigasi ini adalah kegiatan berkelanjutan dan telah berlangsung sejak Maret lalu. Facebook telah mengerahkan ratusan pengacara, ahli data, dan insinyur.

Investigasi dilakukan dengan tujuan mengembalikan reputasi dan keamanan privasi Facebook yang sempat menuai kritik internasional saat skandal terjadi.

"Peninjauan kami telah membantu untuk memahami lebih baik pola penyalahgunaan aplikasi demi menargetkan sosok-sosok jahat dari berbagai developer," kata Vice President for Product Partnership Facebook Ime Archibong melalui Facebook Newsroom.

Facebook tidak banyak menjelaskan spesifikasi dari aplikasi yang telah diblokirnya. Pada beberapa kasus, developer akan menjalani wawancara mendalam setelah aplikasinya ditandai (flagged).

"Banyak (aplikasi) yang belum rilis tetapi masih dalam tahap uji coba ketika kami memblokirnya," lanjut Ime.

Beberapa aplikasi diblokir dengan alasan mengambil data yang diambil dari Facebook atau membuat data pengguna publik tanpa melindungi identitasnya.

Satu aplikasi yang telah diblokir bernama myPersonality. Aplikasi tersebut ditemukan telah membagi data kepada berbagai peneliti dan perusahaan dengan proteksi terbatas. Aplikasi tersebut juga menolak untk diaudit Facebook setelah ditemukan.

Reporter Magang: Joshua Michael

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT