Fitur 'Terbaik' iOS 14 ini Dilaporkan Masih Belum Bisa Dipakai Pengguna

Fitur 'Terbaik' iOS 14 ini Dilaporkan Masih Belum Bisa Dipakai Pengguna
iOS 14. ©2020 Apple
TEKNOLOGI | 22 Oktober 2020 15:26 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Salah satu fitur iOS 14 yang paling ditunggu oleh pengguna adalah fitur memilih aplikasi pihak ketiga untuk menjadi browser default atau email default di iPhone. Hal ini sangat ditunggu, karena pengguna bisa mengganti browser default mereka dari Safari ke Chrome, dan email mereka dari Apple Mail ke Gmail.

Namun, setelah bergulir bulan lalu, bug di iOS 14 tetap tidak bisa membuat pengguna memilih aplikasinya sendiri. Diharapkan menyelesaikan masalah ini di pembaruan 14.0.1, Apple tetap tidak memperbaikinya. Bahkan di pembaruan termutakhir yakni 14.1, Phone Arena melaporkan bahwa fitur ini masih membawa pengaturan kembali ke Safari dan Apple Mail.

iOS 14 sendiri kerap disebut mirip Android. Hal ini dikarenakan beberapa tampilan desain yang mirip. Mulai dari widget yang dapat dikustomisasi, serta adanya AppLibrary yang mirip dengan app drawer milik Android. Beberapa fitur mirip lain seperti tampilan tersembunyi untuk Siri, serta mode Picture-in-Picture, semuanya adalah sesuatu yang telah kita lihat di Android.

Namun hal paling menarik di Android yang harusnya diambil juga oleh Apple adalah kompatibilitasnya dengan Google.

Tak bisa dimungkiri, pengguna iPhone cenderung setia ke perangkat ini karena ekosistem. banyak pengguna yang telah berinvestasi ke ekosistem Apple sehingga untuk pindah ke Android rasanya agak susah. Kedua, biasnaya soal kebiasaan, seperti tampilan antarmuka, bahasa desain, dan keyboard yang akan berbeda jika kita pindah Android.

Namun tak bisa dimungkiri, Apple masih inferior dari Google di bidang esensial. Di apliikasi kesehatan, fitness, hiburan,, dan ekosistem premium lainnya, Apple memang terbaik. Namun di aspek kecil seperti email, kalender, mesin pencarian, atau navigasi online.

Di sini Google menang. Aplikasi Google juga tak bisa dimungkiri punya layanan esensial terbaik. Ambil saja contoh sinkronisasi layanan Gmail, Google Calendar, Google Maps, Google Photos, dan Chrome.

Hal ini nampak ketika iOS 14 memperbolehkan memilih default sendiri, pengguna langsung mengubah default email dan browsernya ke Gmail dan Chrome. Meski demikian, ini masih memiliki batasan, karena tentu Apple masih ingin penggunanya memakai aplikasi dan layanannya sendiri untuk kompetisi.

Apple pun menerima kompensasi besar dari Google untuk memperbolehkan layanannya ada di ekosistem Apple. Apple pun memperbolehkan ada Google karena terbentur kebijakan anti-monopoli. Hal ini serupa dengan Microsoft yang tak lagi menjadikan Internet Explorer default pada 2009 lalu, karena terbentur kebijakan anti-monopoli.

Nah, hal ini bisa jadi langkah besar untuk Apple di masa mendatang. Tentu pengguna iPhone akan memilih mendapatkan default berupa Kalender dan Maps ketimbang bisa mengatur widget dan AppLibrary. Belum lagi soal pengelolaan notifikasi, izin aplikasi, dan lain-lain yang memang dilakukan Google lebih baik dari Apple.

2 dari 2 halaman

Tingkat Adopsi Tinggi

Pasca rilis, Apple hanya butuh waktu 5 hari hingga angka adopsi menyentuh 26,8 persen dari jumlah perangkat yang ada. Demikian berdasarkan data dari Mixpanel.

Disebut bahwa angka adopsi ini tampaknya melampaui adopsi iOS 13 setelah 5 hari digulirkan pada tahun lalu. Saat itu, dalam lima hari kehadirannya, iOS 13 dipasang di 20 persen iPhone yang ada di dunia.

Perlu diketahui, pada 16 September lalu, Apple resmi merilis iOS 14 untuk iPhone dan iPod Touch, serta iPadOS 14 untuk iPad.

Disebutkan, yang membuat iOS 14 lebih cepat diadopsi karena kehadiran berbagai fitur barunya. Misalnya, opsi kustomisasi Home Screen yang baru serta kemampuan untuk mengatur email dan browser pihak ketiga sebagai sistem default di iPhone.

Data Mixpanel sendiri memasukkan adopsi iPadOS 14 yang diestimasi berdasarkan analisis penggunaan website dan aplikasi. Biasanya selain dari perusahaan riset, pihak Apple juga merilis angka adopsi iOS terbaru. Namun perilisan angka adopsi ini dilakukan sekitar 1 bulan setelah perilisan iOS 14. (mdk/idc)

Baca juga:
iPhone 12 mini Punya Permintaan Tinggi, Apakah Android Bakal Mengikuti?
Adopsi iOS 14 Lebih Dari Seperempat Pengguna iPhone
Muncul Titik Hijau Di Bagian Layar Atas iPhone, Apakah Itu?
Spotify Kritik Layanan Bundel Apple One, Mengapa?
iPhone 12 Kalah Ngebut Dari iPhone 11 dan iPad Air Terbaru
Ada Empat Model iPhone 12 Terbaru, Ini Cara Pilih yang Cocok Buatmu
Tak Masukkan Charger di Kotak iPhone 12, Apple Berpotensi Untung Besar

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami