Gara-gara Facebook Tumbang, Kekayaan Mark Zuckerberg Anjlok Rp 85,6 triliun

Gara-gara Facebook Tumbang, Kekayaan Mark Zuckerberg Anjlok Rp 85,6 triliun
Mark Zuckerberg. © Abcnews.com
TEKNOLOGI | 5 Oktober 2021 14:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bos Facebook Mark Zuckerberg kehilangan kekayaan lebih dari USD 6 miliar atau sekitar Rp 85,6 triliun dalam hitungan jam karena WhatsApp, Instagram, dan Facebook down pada Senin malam (4/10).

Mengutip Bloomberg, Selasa (5/10), saham Facebook turun 4,9 persen pada Senin atau anjlok 15 persen dibandingkan pertengahan September. Hal tersebut juga mempengaruhi kekayaan Mark Zuckerberg, yang kini menjadi USD 121,6 miliar dan peringkatnya sebagai orang terkaya juga turun.

Mark Zuckerberg merosot ke posisi 5 dalam Bloomberg Billionaires Index, peringkat 500 orang terkaya di dunia. Sementara di posisi keempat adalah pendiri Microsoft Bill Gates dengan kekayaan USD 124 miliar.

Co-founder dan CEO Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf atas tumbangnya layanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp pada Senin malam Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).

Permintaan maaf tersebut dikeluarkan Mark Zuckerberg dalam unggahan di akun Facebook resminya pada Selasa (5/10) WIB. Dia juga memberitahukan bahwa semua layanan sudah pulih.

"Facebook, Instagram, WhatsApp dan Messenger semua sudah kembali online sekarang," kata pria yang masuk daftar orang terkaya di dunia ini dalam status terbarunya.

"Maaf atas gangguan hari ini -- Saya tahu betapa bergantungnya Anda dengan layanan kami untuk tetap terhubung dengan orang-orang yang Anda pedulikan," kata Zuckerberg.

Namun, Zuckerberg tidak mengungkapkan apa penyebab masalah yang terjadi tadi malam dalam pesannya tersebut. Hingga artikel ini ditulis, unggahan dari suami Priscilla Chan itu sudah mengundang 329 ribu komentar dan 293 ribu kali dibagikan.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Iskandar

(mdk/faz)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami