Google, Facebook, dan Twitter Hentikan Permintaan Data Dari Pemerintah Hong Kong

Google, Facebook, dan Twitter Hentikan Permintaan Data Dari Pemerintah Hong Kong
TEKNOLOGI | 7 Juli 2020 10:05 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Deretan raksasa teknologi global seperti Google, Facebook, dan Twitter kini tengah menghentikan proses permintaan data dari pemerintah Hong Kong.

Melansir laporan dari The Verge yang dikutip dari New York Times, permintaan data ini berdasarkan undang-undang keamanan baru yang mulai berlaku pada 1 Juli lalu. Google langsung memberlakukan jeda seketika hukum tersebut baru berjalan minggu lalu.

Hal ini juga berlaku untuk Twitter dan Facebook, di mana Twitter menghentikannya di 1 Juli, sementara Facebook pada 6 Juli kemarin.

Deretan platform media sosial kerap memberikan informasi pribadi dari pengguna jika diperintahkan secara resmi oleh hukum atau pengadilan yang valid, sesuai dengan proses hukum di berbagai negara. Namun di hukum Hong Kong ini, permintaan resmi tersebut diabaikan.

1 dari 1 halaman

Aksi dari deretan raksasa teknologi ini adalah tanggapan dari undang-undang keamanan nasional baru Hong Kong yang dirumuskan oleh Tiongkok. Undang-undang ini pertama kali diusulkan pada bulan Mei lalu.

Hong Kong sendiri yang kini dianggap dimerdekakan oleh Tiongkok, mulai diatur dan diperketat pembatasan berbicaranya dalam beberapa bulan terakhir. Konsep "satu negara dua sistem" yang selama ini dianut, nampaknya ingin dihapus oleh Tiongkok.

Hal ini yang membuat unjuk rasa besar terjadi di Hong Kong sejak tahun lalu, hingga saat ini meski di tengah pandemi.

Soal isi undang-undangnya, secara khusus Tiongkok ingin membatasi siapapun yang berbeda pendapat politik dengan Partai Komunis. Membuat siapapun pihak yang mengungkap bahwa "ingin memisahkan diri, memberontak kepada struktur negara, tergabung organisasi teroris, serta kolusi dengan negara asing dan unsur eksternal lain yang membahayakan," maka mereka bisa dikriminalisasi. Inilah mengapa data pribadi (dari luar Tiongkok) dari Google, Facebook, dan Twitter ingin ditengok oleh Tiongkok.

Google, Facebook, dan Twitter sendiri diblokir di Tiongkok lewat program Great Firewall, di mana pemerintah bisa melacak aktivitas online tiap penggunanya. (mdk/idc)

Baca juga:
Google dan WhatsApp Pertemukan Nenek dan Cucu yang Terpisah 43 Tahun
Pembaruan Chrome Janjikan Penghematan Daya Baterai Laptop Hingga 2 Jam
Pengembang Gim Mobile Kini Bisa Sematkan Google Maps di Gim
Google Hapus 70 Add-On di Chrome yang Mata-Matai Pengguna
Google Hentikan Produksi Lini Smartphone Murah Pixel 3a
Google Setop Otomatis Cadangkan Foto dan Video dari Media Sosial
Platform Kemendikbud-Google Dinilai Hanya Bisa Diakses Siswa Tertentu

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami