Google Minta AS Berhati-hati Soal Keamanan Siber Pasca Pemblokiran Huawei

TEKNOLOGI | 10 Juni 2019 12:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memblokir operasional Huawei di sana nampaknya mendapat perlawanan halus dari raksasa teknologi Google.

Huawei, yang masuk ke daftar hitam Departemen Perdagangan AS, dianggap tidak mengikuti aturan perdagangan negara adidaya. Bahkan, Huawei juga pernah dituduh melakukan spionase dan mengirimkan informasi vital milik pemerintah AS ke Tiongkok.

Menurut Google, justru memblokir Huawei adalah langkah yang salah, terutama dalam pengawasan keamanan siber di sana.

Dilansir dari The National, Senin (10/6), Google menyatakan pemblokiran Huawei akan memicu raksasa teknologi ini membuat sistem operasi mereka sendiri yaitu dengan memodifikasi Android.

"Google menyatakan, sistem operasi Android yang dimodifikasi Huawei bakal lebih rentan diretas," demikian laporan dari Financial Times.

Google khawatir jika Android yang terbenam di smartphone Huawei tidak bisa menerima update, nantinya Huawei bakal membuat sendiri versi perangkat lunaknya.

Kalau hal itu terjadi, maka akan ada dua versi sistem operasi, yaitu Android asli dan Android hybrid. OS ini berpotensi diretas dan disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, keamanan siber AS juga bakal berpotensi dirusak.

Sementara Huawei sendiri memang sempat mengumumkan kehadiran Hongmeng, sistem operasi yang bisa digunakan kalau ke depannya Android tidak lagi bisa dibenamkan di smartphone Huawei.

Huawei bahkan sudah punya toko aplikasi sendiri yang bakal dipasarkan ke seluruh dunia.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Athika Rahma (mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.