Google Selesaikan Urusan Kerja Sama dengan Huawei?

TEKNOLOGI | 20 Mei 2019 15:31 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Huawei dilaporkan diputus kerja sama dengan Google. Kabarnya disebabkan oleh perintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang dengan tegas melarang perusahaan Tiongkok berdiri di Amerika.

Imbasnya, Huawei kehilangan dukungan terhadap update sistem operasi Android. Smartphone Huawei yang bakal diluncurkan di luar Tiongkok tidak akan bisa menikmati layanan aplikasi Google seperti Gmail dan Google Play.

Tak cukup disitu saja, CNet, Senin (20/5), melaporkan bahwa Google juga bakal menghentikan dukungan teknis untuk Huawei.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu, Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan ancaman musuh asing terhadap jaringan komunikasi, teknologi, dan layanan sebagai darurat nasional.

Perintah itu membatasi keterlibatan asing dalam jaringan operator nasional, diikuti dengan langkah Departemen Perdagangan Amerika yang menambahkan Huawei ke daftar hitam perdagangannya.

Alasan utama mengapa Amerika melakukan ini adalah karena Huawei punya keterikatan erat dengan pemerintah Tiongkok, dan Amerika takut kalau device Huawei digunakan untuk memata-matai negara. Huawei sendiri sudah membantah kalau produknya membahayakan.

Kabar baiknya, perusahaan teknologi ini masih bisa mengakses versi Android terbaru lewat lisensi open source, sehingga pengguna tidak perlu khawatir. Sebelumnya, Huawei secara langsung menyatakan perintah eksekutif itu bakal "melukai" peluncuran 5G di Amerika Serikat.

CEO Huawei Ren Zhengfei menyatakan, pertumbuhan perusahaan imbas pelarangan ini mungkin akan sedikit lambat, namun hanya mempengaruhi sedikit secara keseluruhan. Baik Google maupun Huawei belum berkomentar secara resmi tentang masalah ini.

(mdk/faz)