GrabFood sebut Kuasai Pangsa Pasar di Asia Tenggara

TEKNOLOGI | 21 September 2019 15:29 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - GrabFood, berdasarkan penelitian pasar oleh Kantar, mengklaim sebagai platform pengiriman makanan paling sering digunakan di enam negara Asia Tenggara. Layanan milik Grab ini beroperasi di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

GrabFood pertama kali dirilis dalam versi beta pada 2016. Layanan ini telah berkembang dari satu negara dan dua kota pada Januari 2018, menjadi 221 kota di enam negara. Sejak Juni 2018 hingga Juni 2019, Gross Merchandise Value (GMV) atau nilai transaksi kotor GrabFood di Asia Tenggara berkembang pesat hingga 900 persen.

"Pada paruh pertama 2019 saja, GMV GrabFood di Indonesia naik hingga tiga kali lipat, sedangkan GMV di Vietnam, Thailand, dan Filipina meningkat lebih dari empat kali lipat," tulis Grab dalam keterangan resminya, Sabtu (21/9).

Saat ini di Indonesia, pangsa pasar GrabFood diklaim hampir mencapai 50 persen. Angka tersebut naik dari 15 persen sejak satu tahun lalu.

Berdasarkan data Kantar, GrabFood merupakan layanan pesan-antar makanan paling sering digunakan di Indonesia. Sekitar 57 persen orang Indonesia mengatakan, GrabFood paling sering mereka gunakan, diikuti merek pesaing lain sebesar 42 persen.

Pesatnya pertumbuhan GrabFood di Indonesia juga dikaitkan dengan kehadiran berbagai merchant restoran cepat saji dan berbagai pilihan makanan lokal yang dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Sejak tahun ini, jumlah mitra merchant yang terdapat di GrabFood meningkat dua kali lipat dan memberikan konsumen lebih banyak lagi pilihan makanan untuk dinikmati.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT