Gram, Mata Uang Kripto Buatan Telegram

TEKNOLOGI | 28 Agustus 2019 16:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Telegram berencana meluncurkan Gram dalam dua bulan mendatang. Gram ini merupakan mata uang kripto buatan mereka.

Kabar ini dilaporkan The New York Times. Padahal, sebelumnya aplikasi pesan besutan Pavel Durov itu sempat membatalkan initial coin offering (ICO) dari Gram. Oleh karena itu, kabar akan diluncurkannya Gram mungkin dirasa sangat mengejutkan.

Sementara itu, mengutip laman The Verge, Rabu (28/8), menyebutkan Gram akan dirilis pada akhir Oktober, tepatnya pada 31 Oktober. Tanggal di atas berdasarkan pada dokumen legal yang ditinjau oleh The New York Times. Telegram sendiri berusaha keras membuat Coin segera direalisasikan.

Menurut informasi, aplikasi yang pernah diblokir di Indonesia ini harus merogoh kocek sebesar USD 1,7 milliar untuk membuat koin-koin Gram jadi kenyataan. Lantas, seperti apa penggunaan Gram?

Tiga investor anonim Telegram yang tak disebutkan namanya menyebut, jika mata uang kripto ini diluncurkan, pengguna Telegram bisa menyimpan koin di dompet digital Gram. Dompet digital Gram inilah yang ditawarkan ke lebih dari 200 juta penggunanya di seluruh dunia.

Sayangnya, belum jelas bagaimana regulator bakal menyetujui mata uang kripto milik Telegram ini. Apalagi di masa lalu, Telegram berselisih dengan pemerintah di negaranya sendiri.

Selain mata uang kripto Telegram, Libra milik Facebook juga kabarnya bakal dirilis di Amerika Serikat. Namun sampai saat ini masih terus dalam pembicaraan dengan regulator setempat. (mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.