Hacker Rusia Retas Rekening dan Curi 100 Juta Dolar

Hacker Rusia Retas Rekening dan Curi 100 Juta Dolar
TEKNOLOGI | 10 Desember 2019 14:57 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Departemen Keuangan AS dilaporkan baru saja menjatuhkan sanksi dan mendakwa anggota organisasi kejahatan siber dari Rusia.

Tak tanggung, melansir Mashable, orang ini bertanggung jawab atas peretasan sejumlah total USD 100 juta dari berbagai pemilik rekening di AS dan bank internasional.

Kelompok hacker yang dipimpin si terdakwa ini memiliki nama unik, yakni "Evil Corp".

Cara Evil Corp untuk meretas adalah dengan mengembangkan malware bernama Dridex yang mampu mengambil informasi perbankan dari pengguna yang smartphone-nya terinfeksi malware ini.

Akhirnya, skema phising dipakai untuk menguras isi rekening mereka.

1 dari 1 halaman

Kegiatan pengurasan uang ini masih terjadi hingga saat ini, dan Evil Corp masih beroperasi.

FBI akhirnya kini akan memberi hadiah USD 5 juta bagi siapa saja yang mampu melacak pemimpin Evil Corp yang bernama Maksim Yakubets.

Yakubets sendiri pernah bekerja dengan pemerintah Rusia yakni lewat badan intelejennya yakni FSB. Sehingga FBI sangat tertarik dengannya.

FSB sendiri telah dianggap sebagai 'penjahat dunia maya' yang kebetulan dijalankan pemerintah. (mdk/idc)

Baca juga:
VIDEO: Polisi Tangkap 18 Hacker Pembobol Kartu Kredit Beromzet Miliaran
Gerebek Markas Hacker, Polisi Tetapkan 18 Orang Sebagai Tersangka Kasus Penipuan
Ini Alasannya Komplotan Hacker Surabaya Pilih Bobol Kartu Kredit Warga Eropa
Peneliti Temukan Celah Keamanan di Facebook dan Instagram, Rentan Diretas?
Awas, Charging Station Bisa Antar Malware ke Smartphone yang Numpang Dicas
Kelompok Hacker Asal Tiongkok Ini Target Pemerintah Enam Negara
Bobol Privasi Pengguna, WhatsApp Seret Vendor Spyware ke Meja Hijau

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5