Hasil penelitian sebut kandungan material Xiaomi dan iPhone beracun

TEKNOLOGI | 21 April 2018 14:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Peneliti China belum lama ini menemukan hasil yang menghebohkan. Dalam temuan itu, smartphone Xiaomi dan iPhone dikabarkan mengandung material beracun. Racun tersebut akan terinveksi jika manusia kerap menyentuh bahan smartphone kedua produsen smartphone itu.

Penelitian itu didukung oleh Dewan Konsumen Shenzhen, China yang mengklaim racun itu berasal bukan dari bahan smartphone, melainkan casingnya. Dikutip dari Business Insider, Jumat (20/4), para peneliti mengambil sampel 30 casing smartphone. Di mana 7 dari 30 casing itu diduga mengandung zat beracun.

Perlu diketahui bahwa tak hanya Apple dan Xiaomi saja yang dijadikan sampel. 30 Casing smartphone itu juga terdiri dari 28 brand yang berbeda, termasuk Huawei dan Samsung. Ada juga brand lokal dari Tiongkok Yuening, Tiya, dan Q-Guo.

Dijelaskan, iPhone mengandung zat Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) 47 kali di atas tingkat normal. Bahayanya, zat itu bisa memicu penyakit kanker. Sementara untuk casing smartphone Xiaomi memiliki zat plasticizer yang berlebih. Risiko kesehatannya bisa mengancam sistem reproduksi dan menurunkan taraf kesuburan.

Ada juga jenis casing glitter dengan kemilau. Casing tersebut terbuat dari material kristal yang dibesut oleh perusahaan China. Kristal itu sangat berbahaya karena mengandung timbal 1.550 kali di atas tingkat keamanan internasional. Peneliti cuma mengklaim kalau smartphone dengan material beracun ini cuma ditemukan di pasar China. Mirisnya, mereka dijual di situs resmi masing-masing vendor.

Sampai saat ini, pemerintah China belum punya aturan khusus terkait penanganan dan pelarangan bahan perangkat elektronik berbahaya. Sebab, casing smartphone merupakan salah satu bisnis besar di China. Setiap tahun, bisnis casing bisa mendapatkan untung sebesar 70 persen atau setara dengan 20 miliar Yuan.

Xiaomi pun menanggapi hasil penelitian tersebut. Mereka berdalih kalau standar Eropa EN 14372 yang digunakan di penelitian itu tidak berlaku untuk casing smartphone. Justru, lebih berlaku untuk penggunaan anak dan produk kecantikan.

Reporter: Jeko I. R.

Sumber: Liputan6


Awas, ini 10 smartphone dengan radiasi tertinggi
Melihat peluncuran smartphone canggih OPPO F7
Tips agar kuota internet tidak jebol
Awas! Main HP sebelum tidur bisa sebabkan diabetes
Oppo rilis di Indonesia, ini keunggulannya
Ini 5 cara agar baterai smartphone kamu awet
Tantangan HMD besarkan lagi merek smartphone Nokia di Indonesia

(mdk/bim)