Hati-Hati, Mencoba Aplikasi Asisten Cerdas Berujung Petaka

TEKNOLOGI | 21 Agustus 2019 16:16 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Sebagai pengguna, kita selalu dipaparkan oleh vendor untuk memanfaatkan aplikasi asisten cerdas yakni Google Assistant di Android atau Siri di Apple. Namun, bagi pengguna yang belum terbiasa, hal ini justru bisa jadi sarang penipuan.

Pasalnya, melansir Mashable yang mengutip firma keamanan siber Better Business Bureau, aplikasi asisten cerdas adalah lahan yang cocok untuk melakukan penipuan telepon.

Cara penipu mengelabui pengguna adalah memanfaatkan pengguna yang tidak tahu nomor-nomor layanan umum. Seperti bank, maskapai penerbangan, dan berbagai lahan lain yang berhubungan dengan bayar membayar.

Pengguna yang menanyakan ke Siri nomor telepon layanan ini lalu diarahkan ke nomor telepon si penipu. Anda lalu akan menelepon si penipu yang akan mencoba menguras uang Anda dengan seolah menjadi layanan yang Anda telepon.

Cara mengarahkannya? Penipu membeli iklan berbasis pencarian Google. Lalu iklan tersebut diisi perusahaan bodong sekaligus nomor teleponnya.

Hal ini sangat mudah diketahui jika kita melakukan search secara online secara langsung. Namun Siri atau Google Assistant tak bisa membedakan iklan sungguhan atau bohong sehingga ini ladang yang pas bagi para penipu.

Jadi, lebih hati-hati ya!

Baca juga:
Startup Perlu Belajar Menjaga Data Pribadi Konsumen
Google: Aturan Perlindungan Data Pribadi Sebaiknya Tak Membebani Startup Kecil
5 Tips Aman dan Nyaman Akses Internet di Keluarga
Google Rilis Fitur Cegah Plagiarisme Karya Tulis, Tukang Copas Waspadalah!
Rusia Minta Google Hentikan Tayangan Iklan Demonstrasi
Akses Akun Google di Smartphone Android Bisa Lewat Sidik Jari
Google Sempat Error, Tak Bisa Tampilkan Pencarian Aktual

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT