Hebatnya Bing, Mesin Pencarian yang Tak Populer Tapi Kaya Raya

TEKNOLOGI | 10 Juni 2019 14:24 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Anda tahu Bing? Bing memang tak populer, bahkan Bing sering jadi lelucon karena merupakan mesin pencarian yang inferior terhadap dominasi Google.

Meski demikian, menurut data dari Microsoft yang dilaporkan Bloomberg, Microsoft, pemilik Bing, mendapatkan USD 7,5 milyar per tahunnya dari iklan pencarian di web Bing. Angka ini hanya anai-anai dibanding Google, yang menghasilkan USD 120 milyar per tahunnya. Namun untuk Microsoft, angka ini lebih tinggi dari penghasilan LinkedIn dan juga lini komputer Surface.

Bahkan, angka yang dihasilkan Bing hampir tiga kali lipat pendapatan per tahun dari Twitter, jejaring sosial yang kini kembali populer.

Saat ini, tidak tepat rasanya jika Bing tetap dijadikan lelucon. Karena Bing pada dasarnya kaya raya, dan salah satu mesin uang besar dari Microsoft.

Hal ini dilakukan dengan cara 'menyempil' di tempat yang didak dikontrol Google. Microsoft memposisikan Bing di tempat-tempat yang dikontrol penuh oleh perusahaan besutan Bill Gates tersebut, sekaligus tak diraih Google. Dengan kata lain, soal bisnis, menyasar segmentasi yang berbeda bisa membawa keuntungan besar.

Sebagai contoh, Microsoft menjadikan Bing sebagai 'kotak pencarian' di komputer berbasis Windows dan juga di software Office. Pemilik PC dengan Windows pun akhirnya secara sadar atau tak sadar akan selalu menggunakan Bing.

Selain itu, Bing juga menangani pencarian dan iklan di Yahoo, AOL, dan deretan properti internet dari Verizon Communications Inc. Tak bisa dimungkiri, lalu lintas internet di deretan web tersebut cukup tinggi, yang kesemuanya menaikkan penggunaan Bing dan mengangkat pendapatan iklan Bing.

Meski demikian, memang penggunaan Bing tak akan bisa mengalahkan Google. Firma riset bernama comScore memberi perkiraan bahwa Bing digunakan oleh tak sampai seperempat pengguna web pencarian di komputer-komputer Amerika Serikat.

Sebagai catatan, angka ini hanya soal pencarian di komputer, karena pencarian di smartphone praktis dikuasai Google lewat Android dan perjanjian Google dan Apple.

Baca juga:
Agustus Mendatang, Three UK Pastikan Meluncurkan Jaringan 5G
Setelah PHK Karyawan, IBM Buka Ribuan Lowongan Kerja
Apple Pro Stand, Dudukan Monitor yang Harganya Lebihi iPhone
Peneliti Selandia Baru Melakukan Inovasi Toilet Bersih, Seperti Apa?
Perangkat Peninggalan Nazi Ini Dilelang, Minat?
Romo Benny Ingatkan Teknologi Bisa Jadi Alat Pecah Belah Bangsa
Di Era Kemajuan Teknologi, Sri Mulyani Ingatkan Kesiapan PNS Pada Perang Informasi

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT