Huawei Akan Terus Pangkas Jumlah Karyawan di Australia

Huawei Akan Terus Pangkas Jumlah Karyawan di Australia
TEKNOLOGI | 22 September 2020 14:14 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Hubungan yang tegang antara Tiongkok dengan Australia, berdampak terhadap pemangkasan karyawan Huawei yang berada di Australia dan memangkas investasi di negara itu. Asal muasalnya bermuara di tahun 2018.

Ketika itu, Australia melarang Huawei untuk memasok peralatan jaringan seluler 5G dengan alasan risiko keamanan. Tentu saja, larangan itu membuat Huawei meradang lantaran diduga punya motif politik.

"Sederhananya, larangan 5G pada Huawei telah merugikan kami. Sebab, kami telah melakukan investasi di sumber daya manusia dengan menyediakan 1.000 pekerjaan berteknologi tinggi dan berupah tinggi," kata Chief Corporate Affair Officer Huawei Australia, Jeremy Mitchell seperti dilaporkan Reuters, Selasa (22/9).

"Jadi kami akan mengurangi jumlah staf kami yang awalnya 1.200 orang menjadi kurang dari 200 orang. Di tahun depan, kami pastikan jumlahnya akan makin berkurang," tambah Jeremy.

Baca Selanjutnya: Hentikan Investasi R&D...

Halaman

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami