IDNOG: Waspada Defisit Engineer Jaringan di Ekosistem Internet RI

IDNOG: Waspada Defisit Engineer Jaringan di Ekosistem Internet RI
Ilustrasi teknisi jaringan internet. ©2014 Merdeka.com/computerservicenow.com
TEKNOLOGI | 7 Juli 2022 08:56 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Talenta engineer jaringan semakin strategis bagi perkembangan ekosistem industri internet di Indonesia. Setiap tahun kebutuhan engineer jaringan terus meningkat, sementara teknologi terbaru jaringan berkelindan demikian pesat.

Maka itu, talenta engineer jaringan mesti selalu diperkuat dengan pelatihan-pelatihan teknis. Peran penguatan inilah yang dilakoni oleh IDNOG atau Indonesia Network Operators Group.

Perkumpulan nirlaba ini berkomitmen memperkuat talenta engineer jaringan Indonesia lewat beragam pelatihan teknis melalui kegiatan workshop dan konferensi.

Apalagi Indonesia dan dunia selalu kekurangan talenta engineer jaringan, sehingga IDNOG punya misi menumbuhkan engineer baru sambil terus update teknologi jaringan terkini.

Seperti pada bulan ini, IDNOG akan menggelar rangkaian workshop dan konferensi di Jakarta.

Rencananya IDNOG akan menggelar workshop pada 25-27 Juli di Sekretariat Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Gedung Cyber lantai 11 Jalan Kuningan Barat 8, Jakarta Selatan. Setelah mendapat tambahan pengetahuan teknis di workshop, IDNOG melanjutkan kegiatan dengan konferensi pada 28 Juli di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City.

Sapto Anggoro, anggota Komite IDNOG, menjelaskan rangkaian workshop dan konferensi ini mengundang narasumber terbaik, seperti dari Asia Pacific Network Information Center (APNIC); Shane Hermono, Warren Finch, dan Wita Laksono.

Sementara untuk konferensi akan menampilkan para narasumber: Aditya Kaul (Juniper Solution Architec), Yudho G Sucahyo (Ketua PANDI), Syarif Lumintarjo (Ketua Bidang IIX APJII), Achie Atienza (Globe Telecom), Jatod Kuok (Huawei), dan sebagainya.

"Konferensi IDNOG terbuka bagi seluruh pengelola jaringan baik dari operator telekomunikasi, penyedia jasa internet (ISP), korporasi, pemerintahan, akademi, vendor perangkat keras/lunak, data center, cloud, dan sebagainya," ujar Sapto Anggoro dalam keterangan pers IDNOG, pada Merdeka.com, Kamis (7/7).

Konferensi IDNOG ini juga didukung oleh APJII, serta dua lembaga internet dunia, yakni APNIC dan ICANN. Kemudian rangkaian acara IDNOG ini juga bisa diakses melalui saluran media sosial IDNOG seperti Facebook, LinkedIn, Discord, dan lain-lain.

Apa Itu IDNOG

IDNOG (Indonesia Network Operators Group) adalah perkumpulan nirlaba independen yang tidak dibawahi oleh institusi atau organisasi lain. Visi perjuangan perkumpulan adalah sebagai wadah bagi seluruh engineer jaringan di Indonesia, supaya dapat saling belajar dan update teknologi baru.

Kemudian berbagi pengalaman dalam pengelolaan jaringan atau pemecahan permasalahan jaringan atau ide-ide, serta bekerja sama dalam suatu kegiatan dan saling belajar satu sama lainnya.

Secara organisasi, IDNOG memiliki komite yang bersifat relawan dengan kriteria anggotanya adalah para penggiat ISP, operator telekomunikasi, pemilik jaringan lain, konten, akademisi, regulator di Indonesia, dan sebagainya.

Saat ini Komite IDNOG terdiri atas Agus Ariyanto, Freddi Pinontoan, Rommy Kuntoro, Parlindungan Marius, Valens Riyadi, Sapto Anggoro, Wita Laksono (APNIC), dan M Arif (Ketua Umum APJII).

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini