Ilmuwan Temukan Cara Baru Untuk Olah Limbah Nuklir, Efektifkah?

TEKNOLOGI | 26 Januari 2020 06:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Proses untuk energi nuklir yang memanfaatkan uranium, selalu menciptakan limbah yang disebut dengan depleted uranium (DU).

Limbah nuklir, terutama DU, menimbulkan kekhawatiran, terutama mengenai risiko kesehatan.

Namun, ahli kimia telah menemukan solusi lain untuk mengolah limbah nuklir tersebut. Dikatakan bahwa limbah nuklir kini dapat diubah menjadi senyawa serbaguna yang dapat digunakan untuk membuat bahan kimia komoditas berharga serta sumber energi baru.

Mengutip Eurekalert via Tekno Liputan6.com, dalam sebuah makalah di Jurnal American Chemical Society, Prof. Geoff Cloke, Prof. Richard Layfield dan Dr. Nikolaos Tsoureas dari Universitas Sussex telah mengungkapkan bahwa DU bisa lebih bermanfaat.

Para ahli kimia itu mengubah etilen yang merupakan alkena untuk membuat plastik, menjadi etana yang merupakan alkana untuk menghasilkan senyawa lain, termasuk etanol. Hal ini dilakukan dengan menggunakan katalis yang mengandung uranium.

1 dari 1 halaman

Kolaborasi Dengan Peneliti Lain

Mereka berkolaborasi dengan para peneliti lainnya di Université de Toulouse dan Humboldt-Universität zu Berlin. Mereka menemukan bahwa molekul organologam yang didasarkan pada DU, dapat menjadi katalis pada penambahan molekul hidrogen ke ikatan rangkap karbon-karbon dalam etilen untuk membuat etana.

"Kemampuan untuk mengubah alken menjadi alkana adalah reaksi kimia penting yang berarti kita mungkin dapat mengambil molekul sederhana dan meningkatkannya menjadi bahan kimia komoditas berharga, seperti minyak terhidrogenasi dan petrokimia yang dapat digunakan sebagai sumber energi," ujar Prof. Layfield.

Melengkapi pernyataan Prof. Layfield, Prof. Cloke mengatakan, "Tidak ada yang pernah berpikir untuk menggunakan DU dengan cara ini sebelumnya. Meskipun mengubah etilen menjadi etana bukanlah hal yang baru, penggunaan atau uranium adalah tonggak utama."

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Mochamad Wahyu Hidayat (mdk/idc)

Baca juga:
Astronom Temukan 2 Planet Mirip Bumi, Bisa Dihuni?
Elon Musk Bakal Kirim 1 Juta Orang ke Mars di 2050
Awalnya Dianggap Bahaya, Menelepon Lewat Ponsel Terbukti Tak Rusak Otak
Sekadar Magang di NASA, Remaja Ini Temukan Planet Baru
2019 Adalah Tahun Terpanas Kedua Sepanjang Sejarah
5 Sisi Positif Lontaran Sarkasme Menurut Sains, Nampak Keras Namun Bermanfaat!
Apakah Kucing Memiliki Ekspresi Wajah?

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.